Operator terbesar di luar AS, Polandia menjadi pusat pemeliharaan heli AH-64E di Eropa Timur

AH-64E PolandiaBoeing

AIRSPACE REVIEW – Polandia kembali memperkuat taringnya dalam peta pertahanan global. Melalui kesepakatan eksekutif terbaru senilai 82 juta USD antara Lockheed Martin dan Wojskowe Zaklady Lotnicze Nr 1 (WZL-1), Warsawa resmi membangun pusat dukungan teknis mandiri untuk armada helikopter serang AH-64E Apache Guardian.

Langkah ini bukan sekadar urusan bengkel biasa. Kontrak tersebut mencakup pemeliharaan sistem paling krusial pada Apache, yakni radar pengendali tembakan AN/APG-78 Longbow dan sistem optoelektronik canggih TADS/PNVS generasi terbaru.

Dengan teknologi ini, awak Apache Polandia mampu mendeteksi dan mengunci target di segala cuaca, siang maupun malam, dengan presisi mematikan.

Daya tarik utama dari kerja sama ini adalah transfer teknologi (ToT) yang masif. Polandia tidak hanya membeli unit, tetapi juga membangun ekosistem industri pertahanan tingkat tinggi.

WZL-1 di Łódź akan menerima peralatan pengujian canggih, dokumentasi teknis lengkap, hingga pelatihan personel spesialis.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program offset industri yang bertujuan memperkuat otonomi logistik Polandia. Ke depannya, Warsawa tidak perlu lagi bergantung pada pihak luar untuk menjaga kesiapan tempur armada helikopternya.

Operator Terbesar AH-64E di Luar AS

Ambisi Polandia memang tidak main-main. Dengan akuisisi 96 unit Boeing AH-64E senilai 10,8 miliar USD yang ditandatangani pada 2024, Polandia resmi menjadi operator Apache terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Armada ini akan menggantikan helikopter Mi-24 peninggalan era Soviet yang sudah usang.

Dibandingkan pendahulunya, helikopter AH-64E menawarkan lompatan teknologi yang jauh lebih unggul.

Heli ini memiliki konektivitas digital dengan kendaraan udara tak berawak (UAV).

Sebagai heli serang, AH-64E mampu mengusung rudal Hellfire dan AGM-179 JAGM yang lebih modern.

Heli ini juga telah mendapatkan sistem pertahanan diri yang ditingkatkan untuk medan perang modern yang kompleks.

Menariknya, pusat kemampuan di Łódź ini akan menempatkan Polandia di posisi yang sangat unik.

Saat ini, hanya Inggris Raya yang memiliki infrastruktur serupa di Eropa. Namun, unit di Polandia diprediksi akan menjadi yang pertama di luar AS yang mampu menyediakan dukungan teknis secara mandiri sepenuhnya.

Meski pengiriman pertama dijadwalkan pada 2028, Polandia sudah tancap gas.

Pelatihan awak dan tim pemeliharaan terus dipercepat demi memastikan begitu helikopter mendarat, mereka langsung siap beroperasi secara penuh di garda terdepan NATO.

Varian AH-64E Apache Guardian mewakili standar tertinggi dalam teknologi helikopter serbu modern dengan peningkatan signifikan pada aspek performa dan sistem avionik.

Helikopter ini ditenagai oleh sepasang mesin General Electric T700-GE-701D yang jauh lebih bertenaga dan efisien, memungkinkannya mencapai kecepatan maksimum hingga 293 km/jam dengan kelincahan manuver yang superior di berbagai medan.

Keunggulan utamanya terletak pada sistem radar AN/APG-78 Longbow yang mampu melacak hingga 128 target secara simultan, dipadukan dengan fitur Manned-Unmanned Teaming (MUM-T) yang memungkinkan pilot mengendalikan drone langsung dari kokpit untuk misi pengintaian maupun serangan terpadu.

Dari sisi daya gedor, Apache Guardian dilengkapi dengan meriam rantai M230 kaliber 30mm yang sangat presisi serta mampu membawa kombinasi mematikan antara rudal AGM-114 Hellfire, rudal udara ke udara Stinger, dan roket Hydra 70.

Integrasi sistem Link 16 memastikan helikopter ini dapat berbagi data intelijen secara real-time dengan unit jet tempur maupun pasukan darat dalam jaringan tempur yang terpusat.

Dengan segala kecanggihan sensor dan proteksi lapis baja yang dimilikinya, AH-64E tetap menjadi platform dominan yang menawarkan keunggulan taktis di medan peperangan elektronik dan konvensional masa kini.(RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *