Hanwa Aerospace meluncurkan howitzer swagerak beroda ban, lebih lincah dibandingkan K9 155 beroda rantai
Hanwha Aerospace AIRSPACE REVIEW – Hanwha Aerospace dari Korea Selatan memperkenalkan prototipe howitzer swagerak (SPH) beroda ban berpenggerak 8×8 untuk melengkapi kesusksesan versi beroda rantai (tracked) K9 Thunder 155.
Kelebihan dari SPH beroda ban ini adalah mobilitasnya lebih tinggi dan manuver lebih lincah dibandingkan versi beroda rantai. Serta tak perlu wahana pengangkut khusus untuk menggesernya dalam pengerahan jarak jauh.
Platform ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan global akan artileri bergerak yang mampu menggabungkan tembakan presisi jarak jauh dan kemampuan reposisi yang lebih cepat.
Hanwa memperlihatkan untuk pertama kalinya model skala dari sistem SPH beroda ban ini di gelaran KADEX 2024 (Korea Army International Defense Industry Exhibition) pada 2-6 Oktober 2024 di Gyeryongdae,
Dengan memanfaatkan howitzer kaliber 155/52 dan sistem pengendalian tembakan K9 Thunder yang sudah matang, mengurangi risiko teknologi serta menghemat biaya dan mempersingkat waktu pengembangannya.
Sistem howitzer ini dapat menembakkan munisi artileri 155 mm standar NATO, dengan jangkauan tembak hingga 40 km dengan peluru standar dan sekitar 70 km dengan proyektil yang dibantu roket.
Di kelasnya SPH beroda ban dari Hanwa ini bersaing dengan CAESAR 155 dari Prancis, 2S22 Bohdana 155 Ukraina, 2S43 Malva 152 Rusia dan EVA 155 M2 dari Slowakia.
Sebelumnya, Hanwa telah sukses dengan produk K9 Thunder 155 SPH beroda rantai yang banyak digunakan militer dari berbagai negara, termasuk anggota NATO Eropa seperti Polandia, Finlandia, Norwegia, Estonia, dan Rumania. (RBS)

