AD Jepang menerima bolduser lapis baja generasi baru Type 23, gantikan Type 75 yang sudah beroperasi sejak 1975
JGSDF AIRSPACE REVIEW – Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) telah menerima buldoser lapis baja generasi baru Type 23 pertamanya yang diserahkan pada 18 Maret 2026, bertempat di Sekolah Teknik Garnisun Katsuta di Prefektur Ibaraki.
Dikembangkan oleh perusahaan Hitachi, Type 23 akan mempersiapkan unit zeni JGSDF guna mendukung pasukan manuver melalui pembersihan rintangan medan dalam kondisi pertempuran.
Kehadiran Type 23 akan menggantikan kendaraan teknik lapis baja (AEV) model lama, termasuk buldoser Type 75 yang pertama kali digunakan JGSDF pada tahun 1975.
Kendaraan khusus ini dapat menjalankan tugas-tugas teknik seperti pembentukan medan, pembangunan benteng, pembersihan jalur, dan perbaikan jembatan.
Selain untuk misi perang, Type 23 dapat digunakan dalam misi penanggulangan bencana alam, seperti gempa bumi atau efek tsunami.
Untuk spesifikasinya, Type 23 memiliki berat sekitar 26 ton, berukuran panjang sekitar 8,0 m, lebar 3,6 m, tinggi 3,3 m, dan dioperasikan oleh dua orang awak.
Dibandingkan dengan buldoser sipil buatan Hitachi, yang biasanya beroperasi dengan kecepatan antara 10 dan 15 km/jam, maka Type 23 memiliki kecepatan lebih tinggi hingga 45 km/jam.
Struktur lapis baja pada kendaraan memungkinkan awak untuk tetap berada di dalam kondisi aman, tahan terhadap gempuran peluru senapan serbu dan serpihan munisi artileri.
Kendaraan teknik ini menggabungkan bilah buldoser dengan lengan ekskavator yang dikendalikan komputer.
Sistem ini mampu menggali parit, menghilangkan rintangan, dan konstruksi otomatis berdasarkan prosedur yang telah diprogram sebelumnya.
Type 23 dioptimalkan untuk tugas-tugas pemindahan tanah seperti meratakan tanah, membersihkan puing-puing, dan menyiapkan jalur yang aman bagi pasukan kawan. (RBS)

