Penjaga sunyi samudra: Mengenal kapal selam nuklir kelas Vanguard Inggris

Kapal selam HMS Vanguard InggrisUK MoD

AIRSPACE REVIEW – Di balik tenangnya gelombang Atlantik Utara, sebuah raksasa baja berpatroli dalam kesunyian tanpa henti. Jarang muncul di berita utama, namun kehadirannya jaminan keamanan tertinggi bagi Britania Raya.

Inilah kapal selam kelas Vanguard, tulang punggung pencegahan nuklir Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) yang beroperasi di bawah program Continuous At-Sea Deterrent (CASD).

Lahir dari kebutuhan era 1980-an, kelas Vanguard dirancang untuk menggantikan kelas Resolution yang mulai menua. Inggris saat itu memutuskan beralih dari rudal Polaris ke sistem Trident II buatan Amerika Serikat.

Karena rudal baru ini lebih besar dan bertenaga, Inggris membutuhkan platform yang juga lebih raksasa.

Vickers Shipbuilding (sekarang BAE Systems) kemudian membangun empat kapal selam SSBN (Ship Submersible Ballistic Nuclear) terbesar dalam sejarah Inggris.

Keempat kapal tersebut adalah HMS Vanguard (S28), HMS Victorious (S29), HMS Vigilant (S30), dan HMS Vengeful (S31). Semuanya ditugaskan antara tahun 1993 hingga 1999.

Keunggulan utama kelas Vanguard bukan terletak pada kecepatannya, melainkan pada kemampuannya untuk tidak terdeteksi.

Dengan reaktor nuklir Rolls-Royce PWR2, kapal ini bisa menyelam berbulan-bulan tanpa perlu muncul ke permukaan untuk mengisi bahan bakar.

Sistem propulsi pump-jet dan ubin pelapis akustik di seluruh lambungnya membuat kapal ini sangat senyap.

Hal ini memastikan lawan sulit melacak posisinya di lautan luas, yang menjadi kunci utama serangan balasan nuklir.

Setiap kapal selam ini mampu membawa hingga 16 rudal balistik Trident II D5. Setiap rudal tersebut dapat membawa beberapa hulu ledak nuklir yang bisa menyasar target berbeda secara independen.

Meskipun tangguh, usia tidak bisa berbohong. Kapal-kapal kelas Vanguard kini telah beroperasi melampaui masa pakainya yang direncanakan semula karena berbagai tantangan teknis dan anggaran.

Saat ini, Inggris tengah mempersiapkan kelas Dreadnought sebagai penerus yang dijadwalkan mulai bertugas pada awal 2030-an.

Namun, hingga kapal baru itu siap, Vanguard tetap menjadi “benteng bawah laut” yang menjaga keseimbangan kekuatan global.

Logika kapal selam nuklir tetap sama sejak dulu: jika musuh tidak bisa menemukan Anda, mereka tidak bisa menghentikan Anda. Dan di situlah letak kekuatan sejati kelas Vanguard.

Jantung Teknis Raksasa Kelas Vanguard

Sebagai kapal selam terbesar bagi Angkatan Laut Inggris, kapal selam kelas Vanguard adalah perpaduan antara dimensi masif dan kemampuan senyap yang luar biasa.

Kapal ini memiliki panjang mencapai 149,9 m dengan lebar lambung 12,8 m.

Saat menyelam penuh, bobot benamannya mencapai 15.900 ton, mencerminkan kapasitasnya sebagai pengusung senjata strategis.

Di balik dinding bajanya, terdapat jantung nuklir berupa satu unit reaktor Rolls-Royce PWR2.

Sistem ini menyuplai tenaga ke dua unit turbin GEC yang mampu menghasilkan daya hingga 27.500 shp.

Kombinasi ini memungkinkan Vanguard melesat di bawah permukaan dengan kecepatan lebih dari 25 knot.

Berkat tenaga nuklir, daya jelajahnya hampir tidak terbatas, hanya dibatasi oleh stok makanan untuk sekitar 135 personel di dalamnya.

Aspek paling krusial dari Vanguard bukanlah kecepatannya, melainkan kemampuan “silumannya” yang melegenda.

Seluruh lambungnya dilapisi ubin anekoik khusus yang dirancang untuk menyerap gelombang sonar musuh.

Penggunaan sistem propulsi pump-jet dan sonar Thales Type 2054 menjadikannya mampu beroperasi dalam kesunyian total.

Sebagai “gigi” pertahanan, setiap kapal dilengkapi 16 tabung peluncur rudal balistik Trident II D5.

Setiap rudal sanggup membawa hingga delapan hulu ledak nuklir yang bisa menyasar target berbeda secara independen.

Untuk pertahanan jarak dekat, ia dibekali empat tabung torpedo 533 mm yang siap meluncurkan torpedo berat Spearfish. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *