Ryanair mengancam akan membatalkan pesanan 57 unit 737 MAX jika pengiriman pesawat oleh Boeing mundur ke bulan Juli 2024

Ryanair Boeing 737 MAXBoeing

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – CEO Ryanair Michael O’Leary secara terbuka mengkritik Boeing karena penundaan pengiriman pesawat 737 MAX andalannya.

Dia memperingatkan bahwa jika pengiriman pesanan 57 pesawat pada bulan April mundur ke bulan Juli atau Agustus, Ryanair mungkin akan menolaknya.

Hal ini terjadi setelah Boeing mengumumkan perkiraan penurunan pengiriman untuk tahun ini. Boeing menyatakan jumlah pesawat berbadan sempit yang diperkirakan akan dikirim turun dari 400-450 menjadi hanya 375-400, seperti diberitakan Investing.

O’Leary menyatakan skeptisnya terhadap pengiriman pesawat yang dijanjikan pada akhir Juni karena masalah yang terus berlanjut tersebut.

Masalah tersebut bukanlah hal baru bagi Ryanair. Maskapai penerbangan bertarif rendah asal Irlandia itu mengalami penundaan pasokan Boeing pada 2009 ketika mereka membatalkan pesanan 200 pesawat.

Saat ini, hampir seluruh pesawat di armada Ryanair adalah Boeing 737, kecuali 28 A320 yang dioperasikan oleh Lauda.

Penundaan baru ini telah memaksa Ryanair mengubah jadwal musim dinginnya, sehingga mengganggu 1,4 juta penumpang.

Di tengah tingginya permintaan perjalanan, O’Leary ingin memanfaatkan situasi di mana para pesaingnya, termasuk International Airlines Group (LON:ICAG) yang melarang terbang 32 pesawat, terpaksa menghentikan penerbangan jetnya karena kerusakan mesin Pratt & Whitney.

Dia menekankan pentingnya menerima semua pesawat yang dipesan untuk mempertahankan tarif rendah dan melanjutkan operasi sementara pesaing dilarang terbang.

Menanggapi ancaman dan kritik tersebut, Boeing menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung Ryanair.

Boeing belum berkomentar apakah penundaan ini akan terjadi setelah pertengahan tahun 2024 seperti yang dispekulasikan oleh O’Leary.

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *