Bukan lagi 2.000 km, Iran ketahuan punya rudal jarak jauh yang bisa menjangkau jantung Eropa

Khorramshahr-4Iranian MoD

AIRSPACE REVIEW – Selama bertahun-tahun dunia internasional mengetahui Iran hanya memiliki rudal balistik yang dibatasi jarak jangkau maksimalnya 2.000 km.

Namun, sebuah insiden militer terbaru di Samudra Hindia telah mengoyak klaim tersebut, sekaligus mengungkapkan kenyataan pahit bahwa teknologi rudal Iran kini jauh lebih mematikan dan memiliki jangkauan yang jauh lebih luas dari yang diakui sebelumnya.

Laporan eksklusif dari Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber pejabat Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa Iran baru-baru ini mencoba melakukan serangan operasional pertama menggunakan rudal balistik jarak menenagh (IRBM) terhadap target di luar Timur Tengah.

Sasaran serangan tersebut adalah pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, sebuah titik strategis di Samudra Hindia.

Meskipun serangan tersebut gagal total di mana satu rudal jatuh karena kerusakan teknis dan satu lagi diduga dicegat oleh rudal antipesawat SM-3 dari kapal perang Amerika, insiden ini memberikan data intelijen yang mengejutkan.

“Jarak terpendek dari wilayah Iran ke Diego Garcia adalah sekitar 4.000 km. Ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa batasan 2.000 km yang diklaim Iran selama ini hanyalah kamuflase diplomatik,” tulis laporan tersebut.

Dengan kemampuan jangkauan 4.000 km, peta ancaman keamanan global kini berubah drastis.

Jangkauan tersebut secara teoritis dapat mencapai Jerman, Italia, Yunani, dan Eropa Timur, yang berada sepenuhnya dalam radius serangan.

Kemudian Inggris Raya dan Prancis, yang sebagian besar wilayahnya kini masuk dalam jangkauan potensial rudal Iran.

Yang menarik, hanya Portugal satu-satunya yang secara geografis berada di luar jangkauan 4.000 km tersebut.

Rudal yang digunakan dalam upaya serangan ke Diego Garcia diyakini sebagai varian dari Khorramshahr.

Rudal ini disebut-sebut sebagai “varian hemat” dari rudal Oreshnik milik Rusia, yang mampu membawa hulu ledak berisi 20 submunisi yang menyebar luas.

Lebih mengkhawatirkan lagi, media Iran mulai mempromosikan pengembangan Khorramshahr-5, yang diklaim sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) dengan jangkauan fantastis mencapai 12.000 km.

Jika klaim ini benar, maka daratan Amerika Serikat pun tidak lagi luput dari ancaman.

Meskipun serangan ke Diego Garcia gagal mencapai sasaran secara fisik, secara politis Iran telah mengirimkan pesan yang sangat kuat.

Iran pun sebelumnya telah memperingatkan Eropa untuk tidak mendukung Amerika Serikat dan Israel dalam upaya melumpuhkan kekuatan militer mereka.

Meski para ahli militer menilai teknologi Iran masih memiliki kendala akurasi dan keandalan sistem, keberanian Iran melakukan peluncuran jarak jauh ini menandakan eskalasi baru dalam ketegangan global. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *