Kado 120 tahun AL Rusia: Proyek kapal selam nuklir 885M Perm akan menuntaskan fase uji coba tahun ini
Russian MoD AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Rusia bersiap menerima tambahan kekuatan strategis yang signifikan di bawah laut.
Panglima Angkatan Laut Rusia, Laksamana Alexander Moiseyev, mengatakan uji coba kapal selam nuklir Proyek 885M (Yasen-M) Perm akan tuntas pada tahun 2026 ini.
Kabar tersebut sekaligus menjadi kado istimewa bagi matra laut Rusia yang baru saja memperingati ulang tahun ke-120 pendiriannya pada 19 Maret lalu.
“Tahun ini, uji coba kapal selam rudal jelajah bertenaga nuklir kelas Yasen-M Perm akan selesai, dan akan bergabung dengan kekuatan Armada Pasifik,” ujar Moiseyev dalam wawancara dengan surat kabar Krasnaya Zvezda baru-baru ini.
Monster Bawah Laut Generasi Keempat
Sebagai kapal selam Generasi Keempat, Perm merupakan puncak evolusi dari teknologi bawah air Uni Soviet dan Rusia.
Jika Generasi Pertama (seperti kelas November) fokus pada kemampuan menyelam lama, dan Generasi Kedua (seperti kelas Victor) mengejar kecepatan, maka Generasi Ketiga (seperti kelas Akula) mulai memprioritaskan aspek senyap.
Kini, di Generasi Keempat, kelas Yasen-M seperti Perm menggabungkan fungsi kapal selam serang dan pembawa rudal jelajah presisi dalam satu platform siluman yang sangat sulit dideteksi.
Perm merupakan kapal kelima dari seri Yasen-M yang dibangun di Galangan Kapal Sevmash dengan komponen yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri Rusia.
Kapal ini dirancang oleh Biro Desain Teknik Kelautan Malakhit dengan fokus pada kemampuan siluman tingkat tinggi.
Teknologi medan akustik yang dikurangi membuat Perm sangat sulit dideteksi oleh sistem sonar lawan saat beroperasi di kedalaman samudra.
Lompatan teknologi pada proyek ini mencakup penggunaan material dan perangkat keras yang seluruhnya diproduksi oleh industri dalam negeri Rusia.
Sebagai bagian dari kelas Yasen-M yang ditingkatkan, Perm membawa persenjataan mematikan yang mencakup rudal jarak jauh presisi tinggi.
Kapal selam ini dirancang mampu menghancurkan target di darat, permukaan laut, hingga target bawah air dengan akurasi tinggi.
Laksamana Moiseyev menekankan bahwa program masa depan akan terus meningkatkan kemampuan seri ini melalui pengenalan senjata canggih secara bertahap.
Kehadiran Perm di jajaran Armada Pasifik diprediksi akan mengubah peta kekuatan bawah air di kawasan tersebut secara signifikan.
Momentum penyelesaian uji coba ini bertepatan dengan refleksi sejarah panjang Angkatan Laut Rusia yang dimulai sejak era Kekaisaran Nicholas II.
Pada tahun 1906, sang Kaisar menetapkan kapal selam sebagai kelas kapal baru dalam klasifikasi angkatan laut Rusia.
Kini, setelah 120 tahun berselang, Rusia terus membuktikan ambisinya dalam mempertahankan dominasi maritim global melalui kapal selam nuklir tercanggihnya. (RNS)

