Prabowo borong KF-21, Indonesia jadi pelanggan ekspor perdana jet tempur Korea ini

KF-21 BoramaeKAI

AIRSPACE REVIEW – Penantian panjang selama 11 tahun akhirnya membuahkan hasil bersejarah bagi industri dirgantara Korea Selatan. Indonesia secara resmi akan menjadi negara pertama di dunia yang mengakuisisi jet tempur generasi 4.5, KF-21 Boramae buatan Korea Aerospace Industries (KAI).

Proses kontrak akuisisi ini dijadwalkan akan dilaksanakan saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada awal April nanti.

Berdasarkan kesepakatan terbaru, Indonesia berencana mengakuisisi 16 unit KF-21 pada fase pertama akibat penyesuaian anggaran.

Meski jumlah ini di bawah target awal sebanyak 48 pesawat, kerja sama ini tetap menjadi tonggak strategis bagi pertahanan kedua negara.

Kedua pemerintah saat ini tengah mematangkan detail akhir terkait transfer teknologi (ToT) serta layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

Keberhasilan kesepakatan dengan Indonesia diprediksi akan membuka keran ekspor KAI ke wilayah Timur Tengah.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) disebut-sebut mulai melirik Boramae sebagai alternatif jet tempur modern mereka.

KF-21 dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan model asal AS atau Eropa berkat harga yang lebih bersahabat dan fleksibilitas dalam transfer teknologi.

“Prestasi ekspor ini bertepatan dengan peluncuran unit produksi massal pertama untuk AU Korea Selatan pada 25 bulan ini,” ujar seorang pejabat pemerintah Korea dikutip media setempat.

Loncatan ekspor KF-21 semakin memperkokoh posisi Korea Selatan sebagai raksasa baru industri pertahanan dunia.

Sebelumnya, Polandia telah lebih dulu memborong alutsista Korea senilai 44,2 miliar USD, termasuk tank K2, howitzer K9, dan pesawat FA-50.

Dengan masuknya KF-21 ke jajaran skadron TNI AU, peta kekuatan udara di Asia Tenggara dipastikan akan mengalami perubahan signifikan. (RNS)

You may also like...

4 Responses

  1. Satrio says:

    Perang saat ini banyak menggunakan rudal. Belajar dari perang Iran, perlu di pikirkan juga tempat penyimpanan alutsista2 tsb yang aman dari gempuran rudal2. Jgn beli alutsista tp disimpan di hanggar biasa sj, yg rawan di gempur dr udara. Simpan peswat2 tsb di kiri kanan tol dgn di buatkan bungker2.

    • Roy says:

      Betul sekali

    • Mukhamad Zaenal arifin says:

      Masuk!!

    • Arief says:

      Ketauan fomo militer, kita beli buat pertahanan negara bukan untuk perang dengan negara lain. letak geografis iran dgn kita beda Iran negaranya luas daratan sedangkan kita negara kepulauan lebih luas laut ketibang daratan, kita juga tidak bisa Iran dijadikan patokan karena letak geografisnya berbeda makanya kita lebih mengutamakan kapal dan jet tempur karena jet tempur kita udh lumayan tua umurnya. Dan seperti Lo tadi soal rudal??? Kita juga beli rudal balistik khan dari Turki dan rudal Brahmos dari India-rusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *