Polandia memamerkan sistem pemasangan ranjau jarak jauh Baobab-K, sanggup menyebarkan 600 ranjau antitank sekaligus
Via X AIRSPACE REVIEW – Grup pertahanan Polandia PGZ dan Belma memamerkan sistem penempatan ranjau jarak jauh modular rancangannya pada gelaran Brussels European Defense Exhibition & Conference (BEDEX 2026), yang diselenggarakan pada 12-14 Maret di Brussels, Belgia.
Baobab-K dirancang untuk menyebarkan ranjau antitank secara cepat dan luas untuk menghalangi pergerakan kendaraan lapis baja lawan.
Varian ekspor dari Baobab-K ini menggunakan kendaraan pengusung baru yakni truk Tatra Force CAB T 815-7M3R31 berpenggerak 6×6 buatan Ceko, menggantikan model berbasis truk Jelcz 662D.43 sebelumnya.
Sistem ini dilengkapi dengan enam modul peluncur ranjau, masing-masing berisi 20 barel yang mampu menampung lima ranjau per barel dan mampu menyebarkan hingga 600 ranjau antitank.
Proses penyebaran otomatis dilakukan dari dalam kendaraan dengan bantuan komputer yang menghitung kecepatan kendaraan, pengaturan peluncur, dan interval pelepasan manipulasi.
Hanya dibutuhkan dua orang untuk mengoperasikan sistem Baobab-K ini, termasuk pengemudi dan operator senjata.
Sistem Baobab-K mampu membuat ladang ranjau hingga sepanjang 1.800 m dalam waktu sekitar 22 menit, dengan penyebaran ranjau berkisar antara jarak 30 hingga 90 m.
Sedangkan untuk Tatra Force CAB T 815, adalah truk militer mobilitas tinggi. Memiliki performa dengan kecepatan maksimum antara 85-115 km tergantung permukaan jalan dan jangkauan operasi sekitar 500 km.
Kendaraan dengan desain boksi ini digerakkan menggunakan mesin diesel Tatra dengan pilihan model V8.atau V12 berdaya 230 kW dan 515 kW. (RBS)
