Israel diperkirakan menggunakan rudal Blue Sparrow dalam gelombang awal serangan terhadap Iran
IAF AIRSPACE REVIEW – Dalam kampanye serangan udara gelombang pertama Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, diperkirakan Angkatan Udara Israel menggunakan rudal udara ke permukaan jarak jauh Blue Sparrow.
Informasi ini berdasarkan foto dan video yang diunggah di media sosial setelah serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada hari yang sama, menunjukkan puing-puing dari pendorong rudal seri Blue Sparrow Israel di Irak bagian Barat.
Dilaporkan, jet-jet tempur F-15 Angkatan Udara Israel terpantau lepas landas di dini hari untuk misi serangan terhadap target di Iran, yang diperkirakan membawa rudal tersebut.
Namun, pihak berwenang Israel sejauh ini belum secara terbuka merinci senjata-senjata yang digunakan dalam serangan awal terhadap Iran.
Sementara itu, Amerika Serikat telah mengonfirmasi menggunakan rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari perusak kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut AS (USN) pada serangan pembukaannya.
Menurut beberapa laporan intelijen sumber terbuka, foto-foto dari Irak yang diambil setelah serangan 28 Februari ini menunjukkan sisa pendorong roket yang sangat mirip dengan milik Blue Sparrow Israel.
Sebelumnya pada tahun 2024 dan 2025, bagian pendorong serupa ditemukan di wilayah Irak setelah serangan jarak jauh Israel terhadap target jauh di dalam Iran.
Blue Sparrow merupakan bagian dari keluarga rudal balistik yang diluncurkan dari udara dan dikembangkan oleh perusahaan Rafael Advanced Defense Systems.
Seri Sparrow terdiri dari Black, Blue, dan Silver, yang masing-masing memiliki jangkauan dan profil penerbangan yang berbeda.
Untuk spesifikasinya, Blue Sparrow memiliki panjang sekitar 6,5 m, berat peluncuran sekitar 1,9 ton, dan dibekali pendorong bahan bakar padat yang mendorong bagian masuk kembali ke orbit, dan dapat dipisahkan di sepanjang lintasan balistiknya.
Pemanduan Blue Sparrow didasarkan pada sistem navigasi inersia yang dilengkapi dengan navigasi satelit, memungkinkan rudal untuk mengikuti lintasan terprogram hingga tepat mencapai targetnya.
Untuk jangkauannya, model Silver Sparrow mencapai jarak di kisaran 1.500 km, sedangkan Blue Sparrow dapat mencapai jarak 2.000 km, tergantung pada kondisi peluncurannya.
Pesawat pembawa rudal jumbo udara ke permukaan jarak jauh ini adalah keluarga jet tempur keluarga Eagle, termasuk F-15 C/D, dan F-15I yang canggih. Setiap pesawat dapat mengangkut dua rudal Blue Sparrow sekaligus dalam misi tempurnya. (RBS)
