Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Trump mengumumkan kematian Ali KhameneiTruth Social, Wikimedia

AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akunnya di Truth Social mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei pada Minggu pagi, 1 Maret 2026.

Pengumuman ini hanya berselang satu hari setelah operasi militer besar-besaran bersandi “Operation Epic Fury” digelar bersama Israel untuk menyerang Iran.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya,” tulis Trump di awal kalimatnya.

Selengkapnya, pengumuman Trump tersebut adalah sebagai berikut:

Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya. Dia tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan. Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC, militer, dan pasukan keamanan dan kepolisian lainnya, tidak lagi ingin berperang, dan mencari kekebalan dari kami. Seperti yang saya katakan tadi malam, “Sekarang mereka bisa mendapatkan kekebalan, nanti mereka hanya akan mendapatkan kematian!” Mudah-mudahan, IRGC dan Kepolisian akan bergabung secara damai dengan para patriot Iran, dan bekerja sama sebagai satu kesatuan untuk mengembalikan negara ini ke kejayaan yang layak didapatkannya. Proses itu akan segera dimulai karena, bukan hanya kematian Khamenei, tetapi negara ini, hanya dalam satu hari, telah hancur dan bahkan luluh lantak. Namun, pemboman berat dan tepat sasaran akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang minggu ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yaitu PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, BAHKAN, DI SELURUH DUNIA!

Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini.

Trump on Truth Social

Sementara itu, jaringan Channel 12 Israel dikutip AFP memberitakan bahwa sebanyak 30 bom telah dijatuhkan di kompleks di mana Khamenei berada.

“30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri,” bunyi laporan tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah menyampaikan pernyataan terbaru usai Israel menyerang Iran.

Netanyahu mengklaim pihaknya telah menemukan tanda-tanda Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan pada hari Sabtu.

“Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran… dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi,” kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Sementara itu, Media yang terkait dengan Pemerintah Iran membantah bahwa pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal dunia.

Kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan bahwa pemimpin tertinggi itu teguh dan mantap dalam memimpin medan perang.

“Sekali lagi, kita masih belum mendapatkan konfirmasi resmi tentang nasib Khamenei, dan ada insentif kuat bagi kedua belah pihak untuk mengendalikan narasi tentang apakah dia masih hidup atau sudah meninggal,” sebut laporan kedua media tersebut, dikutip Guardian, Minggu, 1 Maret 2026.

“Kami akan memberikan kejelasan lebih lanjut begitu kami mendapatkannya,” lanjut laporan tersebut. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *