AeroVironment Locust X3, senjata laser antidrone terbaru: Sekali tembak cuma 5 dolar

Senjata laser Locust X3 dari AeroVironment ASAeroVitonment

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Amerika Serikat, AeroVironment, resmi memperkenalkan Locust X3, sistem senjata laser generasi ketiga yang dirancang untuk mengubah peta peperangan modern.

Inovasi paling mencolok dari sistem ini adalah efisiensi biayanya yang luar biasa. Bayangkan, satu kali tembakan laser untuk menjatuhkan target hanya butuh biaya sekitar 5 USD (Rp80.000).

Angka tersebut jauh lebih ekonomis dibandingkan penggunaan rudal konvensional yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah hanya untuk menjatuhkan satu unit drone murah.

Sistem ini hadir dengan spesifikasi teknis yang sangat mumpuni, menawarkan output daya laser mulai dari 20 kW hingga 35 kW atau lebih, tergantung kebutuhan operasional.

Locust X3 dirancang khusus untuk mencegat pesawat tanpa awak kelas satu hingga tiga dengan bobot hingga 600 kg, termasuk ancaman serius seperti drone kamikaze jarak jauh tipe Shahed Iran atau Geran Rusia.

Selain itu, sistem ini bersifat modular dan didukung oleh kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan presisi deteksi serta pelacakan target, baik di wilayah udara maupun ancaman di permukaan laut.

Keunggulan utama Locust X3 terletak pada kemampuannya untuk bertahan dalam pertempuran jangka panjang karena sistem ini tidak memerlukan amunisi fisik.

Selama pasokan daya tersedia, laser ini dapat menembak terus-menerus tanpa perlu proses pengisian ulang (reload).

AeroVironment juga merancang sistem ini agar mudah diperbaiki langsung di medan tempur berdasarkan pengalaman operasional militer AS yang telah menggunakan versi prototipe Locust sejak tahun 2022.

Hal ini memastikan tingkat kesiapan tempur yang tinggi bahkan di lingkungan dengan densitas ancaman yang sangat dinamis.

Dari sisi strategis, kehadiran Locust X3 menandai era baru dalam sistem pertahanan udara yang lebih berkelanjutan secara finansial.

Dengan kemampuan produksi massal yang sudah siap, sistem ini diproyeksikan menjadi solusi bagi militer untuk menghadapi taktik serangan kawanan drone (drone swarm) yang semakin marak.

Meski seluruh subsistemnya telah lulus uji coba secara terpisah, pihak pengembang akan melakukan pengujian integrasi penuh dalam beberapa bulan mendatang guna memastikan seluruh komponen bekerja sempurna sebagai satu kesatuan unit tempur yang tangguh.

Pengembangan generasi ketiga ini mencerminkan adaptasi cepat industri pertahanan terhadap realitas perang modern di mana data dari personel di lapangan menjadi kunci utama.

Bukan sekadar hasil uji coba laboratorium, setiap fitur pada Locust X3 telah dipoles berdasarkan masukan nyata dari tentara yang mengoperasikan kendaraan JLTV dengan sistem laser ini.

Hasilnya adalah sebuah senjata futuristik yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga praktis dan efisien secara logistik untuk menjaga kedaulatan wilayah dari ancaman udara masa kini. (RNS)

You may also like...

1 Response

  1. Bakrie Djaelanie says:

    Teknologi akan berkembang..
    Nanti 3 detik kena laser, dron akan mendeteksi keberadaan mesin laser..
    Boom…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *