Angkatan Laut Brasil menerima fregat kelas Tamandare pertamanya dari empat yang dipesan
Via X AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Brasil (Marinha do Brasil) secara resmi telah menerima fregat kelas Tamandare pertama, dengan nomor lambung F200, pada 9 Maret 2026.
Kapal perang ini dibangun di bawah Programa Fragatas Classe Tamandare (PFCT) yang diluncurkan pada tahun 2017. Tamandare merupakan kapal utama dari empat yang direncanakan.
Fregat serbaguna Tamandare ini dikembangkan berdasarkan fregat MEKO Jerman yang dibangun di Brasil oleh konsorsium Aguas Azuis untuk memproduksi empat kapal hingga 2029.
Pengerjaan kapal utama ini dimulai dengan pemotongan pelat baja pertama pada Juni 2022, dan peletakan lunas dilakukan pada 24 Maret 2023. Kapal selanjutnya diluncurkan pada 9 Agustus 2024.
Kelas Tamandare dirancang untuk menggantikan fregat kelas Niteroi yang sudah beroperasi sejak 1970-an dan kelas Broadsword tahun 1990-an.
Fregat baru ini dimaksudkan untuk menyediakan kemampuan pengawalan, perlindungan peperangan antikapal selam, pengawasan maritim, dan perlindungan infrastruktur maritim serta jalur komunikasi laut.
Pengerahan operasional kapal direncanakan di seluruh wilayah maritim yang dikenal sebagai Amazônia Azul, sebuah wilayah maritim seluas lebih dari 5,7 juta km² yang mencakup ladang minyak lepas pantai, sumber daya perikanan, jalur pelayaran, dan infrastruktur energi.
Untuk spesifikasinya, Tamandare memiliki bobot sekitar 3.455 hingga 3.500 ton, dengan panjang 107,2 m, lebar sekitar 16 m, dan draft 5,2 m.
Kapal dapat membawa awak sekitar 130 personel. Bagian buritannya dapat menampung satu helikopter kelas menengah seperti S-70B Seahawk atau H225M, serta drone ScanEagle.
Peralatan tempurnya mencakup sistem peluncuran vertikal (VLS) 12 sel yang mampu menembakkan rudal permukaan ke udara Sea Ceptor untuk pertahanan udara jarak pendek dan menengah.
Sedangkan kemampuan antikapal disediakan oleh delapan rudal MANSUP yang dikembangkan melalui kerja sama industri Brasil dan berdasarkan garis keturunan desain Exocet.
Untuk melawan kapal selam, tersedia dua peluncur tiga laras untuk torpedo ringan Mk 54 yang didukung oleh sonar yang terpasang di lambung kapal.
Di bagian depan tersedia meriam laut utama Oto Melara Super Rapid 76 mm. Perlindungan jarak dekat disediakan oleh sistem Rheinmetall Sea Snake 30 mm dan dua stasiun senjata kendali jarak jauh Sea Defender 12,7 mm.
Sistem sensor yang terintegrasi ke dalam fregat mencakup radar multifungsi array pemindaian elektronik aktif Hensoldt TRS-4D yang beroperasi di pita C, mampu melacak hingga 1.000 target pada jarak hingga 250 km.
Sensor tambahan meliputi radar kendali tembak Thales STIR 1.2, sonar terpasang di lambung kapal Atlas Elektronik ASO 713, dan sistem penargetan elektro-optik Safran PASEO XLR.
Navigasi dan kendali kapal bergantung pada sistem anjungan terintegrasi Anschütz Synapsis dan radar navigasi NSX. Kemampuan peperangan elektroniknya disediakan oleh sistem Omnisys MAGE Defensor.
Sistem Manajemen Tempur (Combat Management System/CMS) pada kapal mengintegrasikan 22 subsistem tempur dan mengkoordinasikan deteksi, klasifikasi target, penugasan senjata, dan prosedur penyerangan.
Sistem propulsi kapal didasarkan pada konfigurasi diesel gabungan (CODAD), terdiri dari empat mesin diesel MAN V12 28/33D yang menghasilkan daya gabungan sekitar 21.280 kW.
Sedangkan daya listriknya dihasilkan oleh empat generator diesel Caterpillar C32 dengan daya masing-masing 1.417 kW.
Kapal dapat melaju dengan kecepatan maksimum 25,5 knot dan kecepatan jelajah ekonomis 14 knot. Jangkauan operasional sekitar 5.500 mil laut, sedangkan daya tahan di laut hingga 28 hari. (RBS)
