Jepang memperkenalkan pesawat perang elektronik baru EC-2, dirancang untuk membutakan radar musuh

EC-2 JepangJASDF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Jepang (JASDF) merilis gambar resmi pertama pesawat perang elektronik (EW) baru mereka EC-2 di akun X resminya pada 12 Maret 2026.

Pesawat dengan penampilan unik ini dikembangkan menggunakan platform pesawat angkut militer kelas berat Kawasaki C-2.

Direncanakan sebanyak empat pesawat EC-2 untuk dibangun, guna menggantikan satu pesawat perang elektronik Kawasaki EC-1 yang sudah beroperasi sejak tahun 1986.

Kehadiran pesawat EC-2 ini bertujuan untuk memperluas kemampuan Jepang dalam melakukan serangan elektronik dan operasi intelijen elektromagnetik pada jarak jauh, aman dari ancaman sistem pertahanan udara musuh.

Pesawat ini juga dimaksudkan untuk mendukung operasi udara dan misi taktis lainnya yang membutuhkan penekanan atau gangguan kemampuan elektronik musuh.

Kemampuan tersebut mencerminkan upaya Jepang memperkuat kendalinya atas spektrum elektromagnetik dalam operasi gabungan yang melibatkan pasukan udara, maritim, dan darat.

Program EC-2 yang sebelumnya dikenal sebagai C-2 SOJ (Stand-off Jammer) ini dimulai pada tahun fiskal 2020 dan disusun oleh Kementerian Pertahanan Jepang dalam dua fase utama.

Fase pertama berlangsung dari tahun 2020 hingga 2026, berfokus pada pembentukan kemampuan pengacakan jarak jauh terhadap tautan data dan mengintegrasikan berbagai subsistem peperangan elektronik ke dalam arsitektur udara terpadu.

Sedangkan pada fase kedua, yang berlangsung dari tahun 2023 hingga 2032, berkonsentrasi pada penyempurnaan sistem, peningkatan keandalan operasional, dan mempersiapkan EC-2 untuk penyebaran operasional penuh.

Pesawat EC-2 ini menggabungkan teknologi yang dikembangkan di dalam negeri, termasuk perangkat penanggulangan elektronik J/ALQ-5 dan sistem pengukuran gelombang radio canggih yang dirancang untuk intelijen elektronik dan analisis sinyal.

Secara penampilan, EC-2 tampak berbeda secara signifikan dari pesawat angkut C-2 standar karena pemasangan radome besar di bagian depan dan rumah antena yang dibutuhkan untuk peralatan perang elektronik.

Tonjolan tambahan terlihat di bagian atas badan pesawat dan di sepanjang sisi pesawat antara sayap dan penstabil horizontal, yang menunjukkan adanya sistem pengawasan dan pengacakan elektronik.

Struktur tersebut kemungkinan menampung susunan antena yang digunakan untuk mendeteksi emisi radar, menganalisis aktivitas frekuensi radio, dan mengirimkan sinyal pengacakan.

Pesawat EC-2 pertama ini ditempatkan di Pangkalan Udara Iruma di Prefektur Saitama, sekitar 55 km barat laut Tokyo. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *