Produksi jet tempur Su-57 bakal ngebut: Masalah komponen titanium berhasil diatasi
ROE AIRSPACE REVIEW – Kabar baik datang dari industri penerbangan militer Rusia. Pabrik Pesawat Komsomolsk-on-Amur (KnAAZ), tempat lahirnya jet tempur canggih Su-57, baru saja menyelesaikan peningkatan besar-besaran pada lini produksinya.
Fokus utama perusahaan tersebut adalah mempercepat pengolahan logam titanium yang menjadi tulang punggung pesawat jet modern.
Diakui, mengolah titanium bukanlah perkara mudah. Logam ini sangat kuat tapi butuh perlakuan khusus agar tahan karat dan tahan panas ekstrem saat terbang tinggi.
KnAAZ baru-baru ini telah memodernisasi bengkel galvanisasi mereka, tempat pemrosesan kimia logam, dengan beberapa perubahan penting.
Perusahaan memasang tangki/bak pemrosesan kimia yang jauh lebih besar. Artinya, komponen-komponen pesawat yang berukuran besar kini bisa diproses sekaligus tanpa hambatan.
Di bengkel tersebut, titanium menjalani berbagai tahap mulai dari pembersihan, penguatan setelah dipanaskan, hingga anodisasi (pemberian lapisan pelindung).
Kepala bengkel, Zhanna Petrovskaya, mengakui bahwa proses ini memakan waktu setahun. Mereka sempat kesulitan mendapatkan lapisan pelindung (film) yang tebalnya pas.
Namun, setelah berkonsultasi dengan ahli dari pabrik Irkutsk, masalah tersebut akhirnya beres.
Selama ini, pengolahan komponen titanium sering menjadi titik hambat (bottleneck) dalam produksi pesawat tempur. Dengan sistem baru yang lebih modern dan efisien ini, hambatan tersebut hilang.
Hasilnya, produksi jet tempur siluman generasi kelima Su-57 dan jet tempur Su-35S dipastikan akan lebih cepat dari sebelumnya.
Perusahaan menekankan, pencapaian ini sangat krusial mengingat pabrik KnAAZ sudah mencatat pesanan penuh hingga tahun 2030 mendatang.
Su-57 menggunakan titanium dalam jumlah yang sangat besar, mencapai sekitar 75% dari struktur badan pesawatnya.
Penggunaan logam ini sangat krusial karena Su-57 dirancang untuk melakukan manuver ekstrem (supermaneuverability) dan terbang pada kecepatan tinggi dalam waktu lama.
Rangka utama (Central Wing Box/CWB) pesawat merupakan tulang punggung paling krusial dari Su-57. Komponen ini berupa kotak besar yang menyatukan sayap dengan badan pesawat.
Komponen ini menahan beban gravitasi (G-force) yang sangat besar saat pesawat melakukan manuver tajam. Titanium dipilih karena kekuatan tariknya yang luar biasa namun tetap ringan.
Selain CWB, pesawat juga memiliki sekat badan esawat (Structural Bulkheads) yang harus kuat, sehingga menggunakan titanium. Rangka internal atau sekat-sekat ini membentuk profil badan pesawat.
Kekuatan struktur dan sekat badan pesawat membutuhkan bahan dengan kekuatan tinggi agar tidak bengkok atau patah saat terbang dengan kecepatan supersonik, di atas Mach 2.
Selain untuk komponen struktur pesawat, penggunaan bahan titanium sangat berfungsi pada bagian-bagian lain dari pesawat.
Mesin adalah komponen paling panas dan penuh tekanan yang membutuhkan titanium untuk hal ini. Bilah kompresor (Compressor Blades) mesin harus tahan terhadap panas tinggi tanpa kehilangan bentuk.
Selain itu, bagian saluran pembuangan panas mesin (nozzle) juga membutuhkan komponen yang sangat tahan panas agar tidak meleleh.
Dudukan mesin (Engine Mounts) juga membutuhkan komponen penopang berat mesin, yang tahan panas dan kuat.
Komponen lainnya yang membutuhkan titanium adalah roda pendaratan (Landing Gear) dan sambungan sayap (Wing Lugs).
Kaki-kaki pesawat Su-57 menggunakan paduan titanium untuk bagian penopang utamanya dan mampu menyerap benturan keras saat mendarat, terutama di landasan pacu yang mungkin tidak mulus, mengingat berat jet ini bisa mencapai 35 ton saat penuh muatan. (RNS)
