Kanada akan meningkatkan lima P-3C Orion Portugal dengan kontrak senilai 39 juta USD
FAP AIRSPACE REVIEW – Kanada akan melakukan peningkatan lima pesawat patroli maritim (MPA) P-3C Orion Angkatan Udara Portugal (FAP) berdasarkan kontrak antarpemerintah dengan nilai mencapai 39 juta USD.
Kontrak yang ditandatangani pada 9 Maret 2026 ini diimplementasikan melalui Canadian Commercial Corporation (CCC) dan pengerjaannya dilaksanakan oleh perusahaan GDMS-C (General Dynamics Mission Systems-Canada).
Peningkatan ini akan mengganti sistem komunikasi, elektronik misi, dan peralatan manajemen data untuk memperluas kemampuan pesawat dalam misi pengawasan maritim di wilayah Atlantik dan operasi peperangan antikapal selam.
Paket peningkatan ini akan mengintegrasikan Sistem Manajemen Data Udara yang dikembangkan Kanada untuk menggantikan komunikasi dan elektronik misi yang lebih tua.
Dalam proses pengerjaannya, GDMS-C juga melibatkan Canadian Commercial Corporation, dan IMP Aerospace & Defence, dengan instalasi, integrasi sistem, dan uji terbang akan dilakukan di Kanada.
Saat ini, seluruh pesawat P-3C Orion FAP dioperasikan oleh Skadron 601 “Lobos” yang berbasis dari Pangkalan Udara Beja.
FAP mulai mengoperasikan armada Orion pada akhir 1980-an. Awalnya berasal dari enam pesawat P-3B bekas Angkatan Udara Australia (RAAF) yang disebut menjadi P-3P.
Pesawat-pesawat tersebut tetap beroperasi selama lebih dari dua dekade hingga penerbangan P-3P terakhir dilakukan pada 13 Oktober 2011.
Selanjutnya, sebagai armada pengganti diakuisisi P-3C eks Angkatan Laut Kerajaan Belanda pada tahun 2006, termasuk tiga pesawat P-3C Update II.5 dan dua pesawat P-3C CUP CG.
Antara tahun 2008 dan 2010, kelima pesawat ini ditingkatkan ke konfigurasi P-3C CUP+, yang menggabungkan sensor yang diperbarui dan sistem peringatan rudal dan laser.
Misi mereka meliputi pemantauan lalu lintas maritim Atlantik, patroli perang antikapal selam, dan dukungan untuk operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di zona maritim Portugal yang luas. (RBS)
