Angkatan Darat AS mengadopsi granat tangan baru M111, menggantikan model Mk3A2 dan M67 yang telah digunakan sejak 1968

Granat tangan M111Eric Kowal

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) telah menyetujui granat baru M111 OHG (Offensive Hand Grenade) untuk Rilis Material Penuh (Full Material Release/FMR), sehingga senjata tersebut siap digunakan secara operasional.

Granat M111 ini dirancang untuk menggantikan M67 (model bulat) dan Mk3A2 (model tabung) yang sudah tua, pertama kali diperkenalkan dalam layanan pada tahun 1968.

M111 dikembangkan oleh Kantor Eksekutif Program Kemampuan Amunisi & Energi (CPEOAE) bekerja sama dengan Pusat Persenjataan Komando Pengembangan Kemampuan Tempur Angkatan Darat AS (CCDCAC) di Picatinny Arsenal.

Senjata baru ini dirancang untuk mengatasi pelajaran operasional yang dipetik selama operasi pertempuran perkotaan di Irak, di mana granat fragmentasi terkadang menimbulkan risiko bagi pasukan kawan yang beroperasi di dekatnya.

Tidak seperti granat fragmentasi model bulat M67 yang banyak digunakan, M111 mengandalkan tekanan ledakan berlebih (Blast Over Pressure/BOP) dari pada fragmentasi untuk melumpuhkan personel musuh.

Desain baru ini memungkinkan prajurit untuk menggunakan granat ini secara lebih efektif di lingkungan tertutup seperti gedung, terowongan, dan ruangan sempit di mana granat fragmentasi dapat menghasilkan efek pantulan yang tidak terduga

Granat yang menggunakan BOP dapat membersihkan ruangan dari prajurit musuh dengan cepat, sehingga tidak ada tempat untuk bersembunyi, sekaligus di saat yang sama memastikan keselamatan pasukan kawan.

Tekanan ledakan berlebih ini menghasilkan gelombang tekanan yang kuat ketika granat meledak.

Di ruang tertutup, gelombang tekanan tersebut dapat melumpuhkan atau membunuh personel lawan tanpa menghasilkan sejumlah besar pecahan mematikan.

Hal ini mengurangi risiko pecahan menembus dinding atau memantul secara tak terduga di dalam bangunan tempat pasukan kawan mungkin beroperasi di dekatnya.

Bila granat ofensif Mk3A2 menggunakan bahan asbes dan M67 dengan baja, maka M111 menggunakan badan granat plastik yang sepenuhnya habis terbakar selama peledakan.

Bersamaan dengan diluncurkannya M111 OHG, dirilis juga varian pelatihannya yang diberi kode M112. Memungkinkan prajurit berlatih dengan peralatan yang sangat mirip dengan granat operasional tanpa menghasilkan efek ledakan yang mematikan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *