Dassault menargetkan produksi 48 Rafale per tahun mulai 2029, mengantisipasi kebutuhan 100 unit oleh Ukraina dan 114 unit oleh India
Via X AIRSPACE REVIEW – Pabrik Dassault Aviation dari Prancis telah menargetkan kapasitas produksi sebanyak 48 unit jet tempur Rafale per tahun mulai 2029.
Hal ini untuk memenuhi kontrak akuisisi dari sejumlah negara asing, termasuk potensi pembelian 100 unit Rafale oleh Ukraina dan 114 unit oleh India.
Saat ini Dassault mengantongi pesanan tertunda sebanyak 220 pesawat ditambah kesepakatan yang tertunda dengan India dan Ukraina
CEO Dassault Aviation, Eric Trappier, mengatakan di tahun 2026 ini target produksi Rafale adalah sebanyak 28 unit. Angka ini dua unit lebih banyak dibanding produksi tahun 2025 sebanyak 26 Rafale.
Ia menambahkan, peningkatan produksi Rafale berlangsung secara bertahap. Bila akuisisi bertambah, tidak menutup kemungkinan Rafale akan meningkatkan lagi kapasitas produksinya menjadi 60 unit Rafale per tahun di tahun 2030.
Untuk mendukung program tersebut, tahun lalu Dassault telah membuka fasilitas produksi baru milik sendiri untuk pertama kalinya sejak tahun 1970-an.
Sementara itu, produsen mesin Safran mulai tahun ini akan meningkatkan produksi komponen untuk mesin M88 yang digunakan Rafale.
Fasilitas produksi tersebut dijadwalkan beroperasi mulai tahun 2029 untuk mendukung program ini. (RNS)
