AIRSPACE REVIEW – Serangan skala besar Israel telah menghantam Teheran pada hari Sabtu dini hari, 7 Maret, dengan ledakan dilaporkan terjadi di Bandara Internasional Mehrabad dan bagian lain kota itu.
Rekaman yang diunggah di media sosial menunjukkan serangan dan kebakaran besar di bandara tersebut. Saksi mata melaporkan pesawat terbakar di landasan setelah ledakan mengguncang salah satu bandara komersial tersibut di Iran ini.
Serangan di Bandara Mehrabad dilaporkan menghantam area logistik militer dan infrastruktur penerbangan.
Video yang terverifikasi menunjukkan kobaran api besar dan kepulan asap tebal membumbung dari kompleks bandara. Beberapa laporan menyebutkan adanya pesawat yang terbakar di landasan pacu.
Untuk diketahui, selain melayani penerbangan sipil, Mehrabad juga adalah markas penting Angkatan Udara Iran (IRIAF).
Pada 4 Maret 2026, Angkatan Pertahaanan Israel (IDF) melaporkan telah menjatuhkan jet tempur Iran jenis Yak-130 menggunakan F-35I Adir, setelah pesawat Iran lepas landas dari Mehrabad dan dianggap mengancam operasi udara Israel.
Bandara Mehrabad juga berfungsi sebagai hub logistik untuk pengiriman personel militer dan peralatan ke garis depan serta proksi regional.
Meskipun pihak berwenang Iran sempat menyatakan bahwa landasan pacu tidak mengalami kerusakan permanen pada serangan awal Maret (pada serangan Israel sebelumnya tanggal 3 Maret), serangan hebat kali ini mengindikasikan kerusakan yang jauh lebih serius pada hanggar dan gudang logistik.
Serangan ini dilaporkan memicu mobilisasi penuh sistem pertahanan udara Iran di sekitar Teheran.
Ledakan dilaporkan terdengar hingga wilayah timur dan barat kota, termasuk area pemukiman Ekbatan yang dekat dengan bandara.
Serangan ke Mehrabad merupakan respons terhadap rentetan serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.
Konflik ini meletus setelah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menargetkan kepemimpinan tertinggi Iran, yang memicu aksi saling balas yang intens hingga saat ini. (RNS)

