Pemerintah India menyetujui akuisisi 60 pesawat angkut medium: C-390 dan C-130J berkompetisi mendapatkan kontrak, A400M muncul sebagai pesaing serius

C-130J - C-390 - A400M bersaing di IndiaIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Dewan Akuisisi Pertahanan (DAC) India telah menyetujui pembelian 60 pesawat angkut kelas medium. Dua pesawat dari dua pabrikan bersaing untuk mendapatkan kontraknya, yakni Embraer dengan C-390 Millennium dan Lockheed Martin dengan C-130J Super Hercules.

DAC mencantumkan persyaratan penting bahwa dari pengadaan 60 pesawat tersebut sebanyak 12 unit akan dibeli jadi dari pabrikan asing, sementara 48 lainnya harus diproduksi di India.

Embraer dan Lockheed Martin masing-masing telah membangun kemitraan dengan perusahaan lokal India.

Embraerdari menggandeng Mahindra, sementara Lockheed Martin menggandeng TASL. Siapa yang akan menerima kontrak ini, akan ditentukan setelah India meninjau proposal yang diajukan kedua perusahaan.

Times Now memberitakan, rencana awal pengadaan pesawat angkut medium (Medium Transport Aircraft/MTA) adalah sebanyak 80 unit, namun kemudian dikurangi menjadi 60 unit.

Informasi kedua, A400M Atlas dari Airbus Defence and Space kemungkinan akan ikut bersaing dan menjadi pesaing serius bagi Embraer dan Lockheed Martin, sebab kapasitas angkut A400 yang paling besar (37 ton) dibandingkan C-30J (20 ton) dan C-390 (26 ton).

Pengadaan 60 pesawat MAT oleh India untuk menggantikan pesawat usang dalam dinas militernya, khususnya 17 pesawat Il-76 dan sekitar 100 pesawat An-32.

Sebelumnya, India telah mengakuisisi 56 pesawat C295 (berkapasitas angkut 9 ton) senilai hampir 3 miliar euro dari Airbus Defence and Space pada Januari 2021.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 unit diimpor langsung dari Airbus DS, sementara sisanya 40 unit akan dibangun di India oleh TASL. Sejumlah C295 telah diterima India saat ini.

Perlu diingat juga bahwa India sudah mengoperasikan sejumlah pesawat angkut militer C-130J dari Lockheed Martin.

Selain itu, akhir tahun lalu, perusahaan Amerika tersebut, bersama dengan TASL, mengumumkan dimulainya pembangunan fasilitas baru untuk perawatan dan perbaikan pesawat-pesawat tersebut.

So, Mari kita nantikan siapa yang akan memenangi kontrak besar ini. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *