Korea Utara uji peluncuran rudal jelajah dari kapal perusak Choe Hyon yang baru diluncurkan April tahun lalu

Kapal perusak Korea Utara Choe Hyon meluncurkan rudalKCNA

AIRSPACE REVIEW – Media pemerintah Korea Utara KCNA melaporkan Angkatan Laut Korea Utara telah menguji coba peluncuran rudal jelajah strategis permukaan ke permukaan dari kapal perusak baru mereka Choe Hyon.

Uji coba yang dilaksanakan pada 5 Maret 2026 ini disaksikan langsung oleh Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un.

Rudal jelajah yang tak disebutkan jenisnya tersebut, dapat digunakan untuk menyerang target strategis di darat baik infrastruktur penting atau sasaran militer lainnya dari jarak jauh.

Kapal perusak Choe Hyon sendiri baru diluncurkan pada bulan April tahun 2025, yang diproduksi oleh galangan kapal dalam negeri.

Kapal dengan bobot 5.000 ton dan panjang 142 m ini dirancang untuk beroperasi sebagai platform yang mampu meluncurkan berbagai sistem rudal sekaligus.

Rudal yang dibawa Choe Hyon di antaranya adalah rudal jelajah Hwasal-2, rudal serang darat supersonik baru yang belum teridentifikasi, dan rudal balistik Hwasong-11.

Terdapat pula sistem peluncur lateral kemungkinan menampung rudal antikapal Kumsong-3, turunan Korea Utara dari Kh-35 Rusia.

Choe Hyon dilengkapi sistem peluncuran vertikal (VLS) dengan 74 sel yang dibagi menjadi 44 di depan dan 30 di belakang, serta dibekali meriam laut kaliber 127 mm di bagian depan.

Untuk sistem pertahanan jarak dekatnya disediakan dua kanon otomatis AK-630 30 mm di setiap sisi dan modul Pantsir-M di bagian belakang.

Sedangkan untuk peperangan antikapal selam, Choe Hyon memiliki dua tabung torpedo ganda yang terintegrasi ke dalam superstruktur dan sistem sonar haluan.

Sistem deteksi utama pada kapal adalah radar array bertahap 360 derajat yang dipasang di atas anjungan. Lalu dua radar pengendali tembakan yang mirip dengan 5P-10E milik Rusia, dipasang di atap anjungan.

Tiang utama pada kapal menampung radar pengawasan permukaan dan udara seri MR-36, dua radar navigasi, dan sistem IFF.

Antena dan sistem tambahan yang didistribusikan di seluruh superstruktur diyakini mendukung fungsi peperangan elektronik (EW).

Di bagian dek belakangnya, kapal dapat menampung helikopter serbaguna atau peran antikapal selam dan sejumlah drone intai. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *