Lembaga kajian internasional: Dompet Rusia masih tebal untuk membiayai perang dengan Ukraina, serangan tidak akan kendur
Russian MoDAIRSPACE REVIEW – Rusia masih punya modal yang besar untuk membiayai perang dengan Ukraina. Oleh karenanya, dengan bekal dompet yang tebal ini serangan Moskow terhadap Kyiv di tahun 2026 ini tidak akan mengendur.
Pada tahun 2025, Rusia menggunakan anggaran pertahanan senilai 186 miliar USD (setara Rp2.976 triliun) untuk mendukung perang dengan Ukraina. Angka ini setara dengan 7,3% dari produk domestik bruto Rusia.
Di tahun 2026, angaran pertahanan Rusia berkisar di angka yang sama dengan beberapa penambahan.
Dengan anggaran ini, tulis International Institute for Strategic Studies (IISS) yang dikutip The Guardian pada 24 Februari, Rusia akan mampu mempertahankan perangnya di Ukraina sepanjang tahun 2026 meskipun tekanan ekonomi dan tenaga kerja meningkat.
Meski pertumbuhan ekonomi diprediksi akan sedikit melambat di tahun 2026, para ahli mengatakan hal ini tidak akan langsung menghentikan perang.
Rusia sudah telanjur meningkatkan produksi senjata besar-besaran sejak 2021, sehingga mereka punya stok yang cukup untuk lanjut bertempur hingga tahun kelima.
The Guardian mencatat, ada satu hal ganjalan bagi Rusia dalam perang yang telah berlangsung empat tahun sejak 2022 ini, yaitu untuk mencari orang guna berperang.
Mengacu pada laporan intelijen militer Inggris, diperkirakan sekitar lebih 30.000 tentara Rusia tewas atau luka setiap bulannya.
Sementara jumlah orang yang mendaftar untuk menjadi tentara lebih rendah dibandingkan angka tersebut.
Di sisi yang lain, Rusia menggunakan perang dengan Ukraina sebagai “laboratorium” untuk menyempurnakan teknologi rudal, drone, serta persenjataan lainnya.
Produk-produk militer Rusia yang telah teruji di medan perang Ukraina dan kemudian disempurnakan, menarik minat banyak negara untuk mengakuisisinya. (RNS)

Sayangnya penilaian dari The Guardian tidak mencatat menurunnya ekspor minyak Rusia dan tekanan inflasi mereka. Tahun 2026 mungkin akan menjadi titik balik mereka. Jika lebih dari 2 tahun lagi sekitar 2028 maka Rusia akan mengalami kemunduran signifikan khususnya dalam bidang ekonomi perang untuk membiayai perang mereka di Ukraina.
Selama Cina disamping Rusia mk Rusia akan terus perang krn sebenarnya yg rugi bandar itu eropa krn utk jatuhkan 1 drone ukraina pakai rudal pesawat tempur ato rudsl pertahanan udara yg mahal mknya semakin lama mk eropa yg semakin teriak keaskitan
Saya yakin kekalahan akan ada di pihak Ukraina
Selama Ukraina di bantu oleh negara eropa dan barat ( NATO dan AS ) maka negara Rusia walau dibantu peralatan canggih dari China dan Korut serta Iran maka pihak Rusia akan jenuh untuk menghancurkan negara Ukraina dan akhirnya kata kesempatan untuk berdamai yg akan tercetus.