AS menembakkan rudal baru PrSM dari sistem HIMARS terhadap target di Iran, berjangkauan 500 km

Rudal PrSM diluncurkan dari HIMARSVia X

AIRSPACE REVIEW – Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis rekaman dari Operasi Epic Fury yang menunjukkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) meluncurkan Rudal Serangan Presisi (PrSM), yang merupakan penggunaan pertamanya dalam pertempuran terhadap target di Iran.

PrSM, senjata presisi jarak jauh generasi berikutnya dikembangkan untuk menggantikan MGM-140 ATACMS (Army Tactical Missile System).

Tergolong sebagai rudal balistik taktis, PrSM dilaporkan mampu menyerang target pada jarak hingga jarak 500 km, lebih jauh dibandingkan ATACMS yang sekitar 300 km.

Jangkauan yang lebih luas ini memungkinkan platform peluncuran untuk beroperasi lebih jauh dari area pertempuran.

PrSM dapat diandalkan menyerang target bernilai tinggi seperti pusat komando, pusat logistik, atau infrastruktur rudal.

Berbeda dengan ATACMS, PrSM menggunakan badan rudal berdiameter lebih kecil, namun berdimensi lebih panjang, sehingga memungkinkan dua rudal untuk dimuat dalam pod peluncur standar.

Konfigurasi ini secara efektif menggandakan kapasitas serangan yang tersedia dari HIMARS dan M270 tanpa memerlukan perubahan pada kendaraan peluncur itu sendiri.

Rudal ini membawa hulu ledak yang lebih kecil, diperkirakan sekitar 91 kg, tetapi dibekali dengan panduan lebih canggih dan akurasi yang lebih baik.

Lockheed Martin memulai produksi massal keluarga PrSM untuk 282 rudal, yang dikirimkan antara tahun 2023 dan 2025.

Kontrak selanjutnya memperluas pengadaan menjadi 1.296 rudal yang dijadwalkan diproduksi antara tahun 2025 dan 2029, mencerminkan transisi Angkatan Darat Amerika Serikat dari ATACMS ke sistem PrSM yang lebih baru. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *