Pengosongan Lahan Tuntas, Bandara Internasional Yogyakarta Masuk Tahap Konstruksi

ANGKASAREVIEW.COM – Angkasa Pura I (Persero)/AP I berhasil menuntaskan pengosongan lahan untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (20/7/2018) siang. Dengan demikian, tahapan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta memasuki proses konstruksi, dengan target operasi pada April 2019.

Proses pengosongan lahan yang berlangsung sejak Kamis (19/7/2018) kemarin dan berhasil merobohkan 33 rumah terakhir plus 1 gudang milik 36 Kepala Keluarga (KK) dari total 518 KK yang berada di lokasi Ijin Penetapan Lokasi (IPL) bandara. Pada hari yang sama, kick-off meeting konstruksi bandara juga telah dilakukan di lokasi terpisah.

“Kami bersyukur bahwa proses pengosongan dan relokasi warga ini berlangsung dengan lancar dan kondusif. Bahkan beberapa di antaranya meminta bantuan relawan kami untuk membereskan barang-barangnya, mencopot kusen, atau menurunkan genteng rumah. Semua kami fasilitasi, termasuk mengantarkannya ke rumah susun, rumah kontrakan, maupun ke rumah saudaranya sesuai permintaan mereka,” ujar Juru Bicara Proyek Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama.

AP I memang memberikan beberapa alternatif tempat tinggal gratis bagi warga terdampak yang belum memiliki rumah, antara lain Rusun Triharjo milik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo di Kecamatan Wates, perumahan Magersari yang dibangun oleh Kementerian PUPR di Kecamatan Temon, dan tinggal di rumah-rumah warga yang telah disewa AP I yang lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi proyek. Fasilitas seperti air bersih, listrik, serta perabotan inti juga telah tersedia di dalam hunian tersebut.

Baca Juga:

Patuhi Perpres, AP I Komit Selesaikan Pembangunan NYIA

Susunan Terbaru Dewan Komisaris AP I, Mantan Dirjen Hubdat Jabat Komut

Dengan demikian, lahan seluas 587,3 hektar di Kecamatan Temon ini siap memasuki tahap pembangunan fisik Bandara Internasional Yogyakarta yang akan dilakukan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PTPP).

April 2019 ditargetkan landas pacu sepanjang 3.000 meter dan taxiway tuntas 100 persen, sementara apron dan bangunan terminal selesai 50 persen. Dengan begitu, bandara sudah bisa dioperasikan.

“Dengan kondisi ini saja, artinya sudah 5 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto. Secara keseluruhan, Bandara Internasional Yogyakarta ini ditargetkan selesai pada Triwulan I tahun 2020,” Jelas Agus.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan pihaknya akan melakukan percepatan pekerjaan fisik Bandara Internasional Yogyakarta ini.

“Kami akan mengupayakan dapat selesai secepatnya. Kami akan memonitor secara khusus proyek ini,” terang Faik.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *