Tidak ingin terlibat dalam serangan ke Iran, Inggris memblokir dua pangkalan udara kunci untuk digunakan oleh pengebom strategis AS

Pembom B-2 di Diego GarciaUSAF

AIRSPACE REVIEW – Inggris dilaporkan telah memblokir penggunaan dua pangkalan udara kuncinya untuk digunakan oleh pengebom strategis AS. Tindakan ini dilakukan London atas kekhawatiran Gedung Putih kemungkinan akan melakukan perintah serangan udara terhadap Iran.

The Times memberitakan, kedua pangkalan udara yang telah diblokir Inggris tersebut adalah Diego Garcia, sebuah pulau terpencil di tengah Samudra Hindia, dan RAF Fairford, sebuah pangkalan udara di Inggris.

Kedua pangkalan udara tersebut memungkinkan AS untuk menjangkau Iran dengan jarak yang lebih dekat dan lebih efisien.

Jarak dari Diego Garcia ke perbatasan timur Iran sekitar 2.300 mil dan jarak dari RAF Fairford ke perbatasan barat Iran sekitar 2.500 mil.

Sementara bila AS melakukan penerbangan langsung dari markas pengebom strategis B-2 Spirit di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Misssouri, maka jarak tempuhnya mencapai 6.500 mil ke perbatasan barat Iran.

Tindakan pemblokiran oleh Inggris, semakin memperuncing perselisihan antara Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait nasib akhir Diego Garcia.

Sejauh ini belum ada laporan apakah AS telah mengirimkan lagi pengebom strategisnya ke kedua pangkalan udara kunci tersebut.

Seperti diketahui, Diego Garcia telah lama menjadi lokasi operasi yang sangat strategis bagi militer AS.

Selain lapangan terbangnya yang besar yang terletak di tengah Samudra Hindia, pulau ini memainkan banyak peran bagi Departemen Pertahanan (kini Departemen Perang) AS.

Portal pertahanan The War Zone (TWZ) pada Maret tahun lalu melaporkan sejumlah besar pesawat pengebom siluman B-2 Spirit tiba di Diego Garcia sebagai demonstrasi kekuatan yang ditujukan terutama kepada Iran.

Armada B-2 tersebut kemudian melakukan pengeboman terhadap militan Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Sementara RAF Fairford adalah markas bagi satu-satunya lokasi operasi maju pengebom AS di Inggris, tempat pesawat strategis AS sering dikerahkan untuk misi Gugus Tugas Pengebom.

Operasi pengeboman besar-besaran telah dilakukan dari pangkalan ini di masa lalu, termasuk serangan besar terhadap Irak.

Juni lalu, ketika AS meluncurkan Operation Midnight Hammer terhadap fasilitas nuklir Iran, pesawat pengebom B-2 terbang pulang pergi dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri dengan didukung oleh armada pesawat tanker.

Namun, itu adalah operasi satu malam. Sedangkan Trump sekarang mempertimbangkan kemungkinan selama satu minggu melawan kepemimpinan Iran. Serangan udara kemungkinan akan menyasar infrastruktur nuklir, lokasi peluncuran rudal dan industri terkait, serta instalasi militer dan pusat komando dan kendali lainnya.

Oleh karenanya, akan sangat membantu bagi AS untuk menggunakan pangkalan udara di Diego Garcia, dan mungkin RAF Fairford untuk mempersiapkan, mempersenjatai kembali pesawat pengebom strategis B-1 Lancer, B-2 Spirit, dan B-52 Stratofortress dalam upaya menyerang Iran.

Meskipun belum mengerahkan lagi pesawat pembom ke Diego Garcia, AS seperti dilapporkan banyak media internasional telah mengirimkan puluhan pesawat tempur, jet perang elektronik, pesawat radar, pesawat tanker, dan aset udara lainnya ke Timur Tengah.

AS telah mengerahkan puluhan pesawat-pesawat tersebut antara lain ke Pangkalan Udara Prince Sultan dai Arab Saudi dan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.

Sementara itu, sekitar 150 pesawat tempur canggih telah bersiap di dua pangkalan udara bergerak terapung di samudra, yakni di kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) dan USS Gerald R. Ford (CVN-78) yang telah berada di peraingan Timur Tengah.

So, sekarang kita tinggal menunggu apakah Iran akan berkompromi dengan titah Washington atau menolak segara tawaran Trump. Jawabannya akan muncul paling lambat dalam dua minggu ke depan. (RNS)

You may also like...

1 Response

  1. iwan pansir says:

    Mbah Kamenei, belajarlah dari tragedi om Maduro yg karena ragu2 akhirnya diculik AS, Segera salvo itu kapal induk AS dengan ribuan rudal, pasti ada yg kena, walou gak nyungsep minimal kobonglah itu kapal induk & AS pun akan mundur karena tekanan rakyatnya sendiri yg marah karena pelautnya banyak yg tewasπŸ˜πŸš€πŸš€πŸš€πŸš€πŸš€πŸš€πŸš€πŸš€πŸš€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *