Prancis akan mengirimkan dua jet tempur Mirage 2000-5F lagi ke Ukraina

Prancis akan mengirimkan lagi dua Mirage 2000-5 ke UkrainaNATO

AIRSPACE REVIEW – Prancis dilaporkan akan mengirimkan lagi dua jet tempur Mirage 2000-5F ke Ukraina pada akhir kuatal pertama tahun ini.

Pengiriman terbaru ini merupakan bagian dari paket bantuan militer Eropa yang lebih luas kepada Kyiv dalam menghadapi serangan pasukan rusia.

Pesawat tambahan tersebut akan diintegrasikan ke dalam armada yang telah dioperasikan sebelumnya. Setelah kehilangan satu jet pada musim panas lalu, Angkatan Udara Ukraina berharap dapat mempertahankan setidaknya empat Mirage 2000-5F.

Keputusan Prancis mengirimkan jet Mirage 2000 ke Ukraina bersamaan dengan penarikan secara bertahap pesawat tempur bersayap delta ini dari jajaran Angkatan Udara dan Antariksa Prancis yang perannya digantikan oleh Rafale.

Sebelum dikirmkan, pesawat Mirage 2000 tersebut menjalani peningkatan kapabilitas terlebih dahulu pada sistem elektronik dan integrasi senjata berpemandu, termasuk rudal MICA dan bom Hammer AASM, serta kemungkinan penggunaan rudal jelajah SCALP.

Dengan radar RDY yang mampu melacak banyak target secara bersamaan, Mirage 2000-5F mewakili kemajuan signifikan dibandingkan pesawat buatan Soviet yang masih digunakan oleh Angkatan Udara Ukraina.

Pengiriman pesawat ini juga disertai dengan siklus pelatihan baru untuk pilot dan tim pemeliharaan. Sejak pengumuman awal donasi tersebut, personel militer Ukraina telah dilatih di pangkalan Prancis.

Para pilot Ukraina dilatih secara intensif mencakup segala hal mulai dari taktik tempur hingga prosedur teknis yang diperlukan untuk mempertahankan operasi dalam lingkungan peperangan intensitas tinggi.

Pelatihan yang berkepanjangan ini mencerminkan kompleksitas pengenalan platform Barat baru ke dalam angkatan udara yang secara historis mengoperasikan peralatan dari doktrin yang berbeda.

Kedatangan Mirage 20005F melengkapi integrasi jet F-16 ke dalam inventaris Ukraina, menciptakan kombinasi platform yang mampu melakukan misi intersepsi dan serangan presisi jarak jauh.

Keragaman pesawat ini memperluas fleksibilitas operasional Kyiv, memungkinkan mereka untuk mendistribusikan tugas di antara skaadron yang berbeda dan mengurangi tekanan pada sistem pertahanan udara berbasis darat.

Bersamaan dengan pengiriman jet tempur, sekutu Eropa terus mengirimkan sistem pertahanan udara tambahan, seperti baterai SAMP/T, rudal Mistral, dan sistem Crotale, serta sejumlah amunisi baru.

Sistem persenjataan ini menciptakan jaringan perlindungan yang lebih kuat terhadap drone, rudal, dan pesawat Rusia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *