India menyetujui pembelian enam pesawat patroli maritim P-8I Neptune baru dalam paket bernilai miliaran dolar AS

Armada P-8IVia Lifevist

AIRSPACE REVIEW – India telah menyetujui pengadaan enam pesawat patroli maritim jarak jauh P-8I Neptune dari Amerika Serikat, menjadikan negeri ini akan mengoperasikan 18 pesawat yang sama oleh Angkatan Laut India (IN).

Pembelian oleh New Delhi merupakan langkah penting lainnya dalam mempercepat modernisasi angkatan bersenjata mereka bersamaan dengan paket akuisisi 114 unit jet tempur Rafale dari Prancis senilai hampir 40 miliar USD.

Persetujuan untuk penambahan pesawat P-8I Neptune (P-8A Poseidon) baru buatan Boeing Defense, Space & Security ini dianggap sebagai poin sentral dari program untuk memperluas kemampuan pengawasan maritim dan peperangan antikapal selam negara tersebut secara signifikan.

India saat ini mengoperasikan dua belas pesawat P-8I, yang diperoleh pada fase sebelumnya. Kedatangan unit baru akan meningkatkan jangkauan operasi di Samudra Hindia.

Batch pertama P-8I dipesan pada tahun 2009 dan mulai memperkuat IN sejak tahun 2013.

Sementara batch kedua sebanyak empat unit dipesan pada tahun 2016, dengan unit terakhir dari batch ini dikirim oleh Boeing pada Februari 2022.

Saat ini kedua belas P-8I India dibagi ke dua pangkalan utama, yaitu INS Rajali di Tamil Nadu dan INS Hansa di Goa.

Penambahan unit pesawat baru memungkinkan India untuk memperkuat kehadiran di wilayah kepulauan seperti Andaman dan Nikobar.

Tahun lalu, Pemerintah India telah menangguhkan sementara pembelian enam pesawat patroli maritim Boeing P-8I Neptune (P-8A Poseidon) dari AS menyusul kenaikan hampir 50% total biaya kontrak.

Nilai kontrak awal yang diperkirakan mencapai 2,42 miliar USD berdasarkan kesepakatan Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2021, melonjak menjadi sekitar 3,6 miliar USD pada Juli 2025, menurut sumber resmi India.

Peningkatan anggaran tersebut terjadi di tengah ketegangan perdagangan antara New Delhi dan Washington, yang diperparah oleh keputusan AS untuk mengenakan tarif baru sebesar 25% terhadap ekspor India mulai 7 Agustus.

Namun per Februari 2026, dilaporkan AS telah menurunkan tarif terhadap India menjadi hanya 18% dan beberapa produk malah tidak terkena tarif.

Dirancang untuk misi jangka panjang, P-8I mampu terbang di ketinggian tinggi sambil menggunakan sensor canggih dan radar multi-misi untuk mendeteksi target permukaan dan kapal selam jauh di bawah permukaan.

Pesawat ini memiliki beberapa tiang gantungan untuk persenjataan eksternal yang dapat mengoperasikan rudal antikapal, torpedo ringan, dan muatan perang antikapal selam khusus, serta melakukan misi pengintaian strategis.

Jangkauan lebih dari delapan ribu kilometer memungkinkan cakupan wilayah laut yang luas tanpa perlu sering melakukan pengisian ulang, fitur penting untuk patroli jangka panjang di Indo-Pasifik. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *