Kecewa dikenai tarif 50% oleh Trump, India menangguhkan pembelian enam pesawat P-8I Neptune dari AS

Armada P-8IVia Lifevist

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah India telah menangguhkan sementara pembelian enam pesawat patroli maritim Boeing P-8I Neptune (P-8 Poseidon) dari Amerika Serikat menyusul kenaikan hampir 50% total biaya kontrak.

Nilai kontrak awal yang diperkirakan mencapai 2,42 miliar USD berdasarkan kesepakatan Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2021, kini melonjak menjadi sekitar 3,6 miliar USD pada Juli 2025, menurut sumber resmi India.

Peningkatan anggaran ini terjadi di tengah ketegangan perdagangan antara New Delhi dan Washington, yang diperparah oleh keputusan Amerika Serikat untuk mengenakan tarif baru sebesar 25% terhadap ekspor India mulai 7 Agustus.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan dipandang oleh pemerintah India sebagai bagian dari agenda proteksionis “America First” ini, telah mendorong Kementerian Pertahanan India untuk mengevaluasi kembali beberapa kontrak pertahanan dengan pemasok Amerika.

Rencana yang ditangguhkan termasuk akuisisi enam P-8I Neptune dan platform laut serta udara lainnya.

Meskipun akuisisi belum dibatalkan secara resmi, kesepakatan ini kini sedang ditinjau. Pejabat India mengatakan hal ini dapat dinegosiasikan ulang di bawah program Penjualan Militer Asing (FMS) AS.

Harapannya, tinjauan tersebut dapat mencakup pengurangan jumlah pesawat atau bahkan penundaan pembelian yang tidak terbatas, mengingat ketidakpastian geopolitik dan anggaran saat ini.

India saat ini sudah mengoperasikan 12 pesawat P-8I yang diperoleh dalam dua gelombang pengadaan, masing-masing delapan unit berdasarkan kontrak tahun 2009 dan empat lagi berdasarkan kontrak tahun 2016.

Angkatan Laut India rencananya akan dilengkapi dengan 18 P-8I untuk mencakup wilayah yang luas di Samudra Hindia, terutama mengingat meningkatnya aktivitas Angkatan Laut China di Kepulauan Andaman dan Nicobar serta Selat Malaka.

P-8I adalah versi modifikasi untuk India dari pesawat Boeing P-8A Poseidon Angkatan Laut AS. Pesawat ini dikembangkan dari platform pesawat komersial Boeing 737-800.

P-8I dilengkapi radar AESA mutakhir, sensor deteksi kapal selam, sonar, torpedo Mk-54, rudal AGM-84L Harpoon, dan kemampuan integrasi dengan rudal NASM-MR India.

Varian P-8I mencakup modifikasi khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional Angkatan Laut India, seperti sistem komunikasi yang diadaptasi dan rangkaian elektronik dalam negeri. (RNS)

You may also like...

1 Response

  1. Jayahdi says:

    India g perlu beli produk AS dan boikot semuanya krn India cuman dipandang sbg anakbuah AS bukan negara merdeka . BRICS harus berani tdk ekspor ato impor ke AS fan liat AS akan berguncang hebat dan akan ada demo besar2an di dlm negeri AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *