Boeing mengungkapkan pengembangan MQ-28A Block 3 dengan peningkatan ruang senjata dan jangkauan

MQ-28A Ghost Bat RAAFAustralian DoD

AIRSPACE REVIEW – Boeing telah mengungkapkan pengembangan MQ-28A Ghost Bat Block 3, versi baru dari pesawat tempur tak berawaknya yang dirancang untuk Australia guna memperluas kemampuan serangan dan daya tahan pesawat.

Varian Block 3 akan menampilkan ruang senjata internal yang mampu membawa satu rudal AIM-120 AMRAAM atau dua bom berdiameter kecil GBU-39/B, dengan kemungkinan penambahan bom luncur GBU-53/B StormBreaker.

Boeing menambahkan, MQ-28A Block 3 juga memiliki rentang sayap yang lebih lebar, meningkat dari 6 m menjadi 7,3 m. Hal ini memungkinkan kapasitas bahan bakar yang lebih besar dan jangkauan yang lebih luas, persyaratan utama untuk operasi di wilayah Pasifik.

Untuk alasan yang sama, perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengadaptasi drone untuk pengisian bahan bakar di udara guna lebih meningkatkan jangkauannya.

MQ-28A Block 3 akan menjadi penerus versi Block 2 yang saat ini diproduksi untuk Angkatan Udara Australia (RAAF).

Australia telah memesan total sembilan MQ-28A Block 2 dan sebelumnya telah mengakuisisi delapan sistem Block 1 sebagai prototipe pra-produksi.

Boeing juga menawarkan MQ-28A kepada pelanggan di luar Australia, terutama negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.

Angkatan Udara AS dan Angkatan Laut AS telah menyatakan minatnya terhadap Ghost Bat.

Versi MQ-28A Block 1 dan Block 2 sebelumnya dibangun dengan ruang senjata internal, tetapi tidak digunakan, dan pada akhir tahun 2025 sebuah pesawat Block 2 membawa rudal AIM-120 pada gantungan eksternal selama pengujian senjata.

Dalam uji coba tersebut, drone MQ-28A bertindak secara otonom sebagai pendamping setia bagi pesawat tempur E-7A Wedgetail RAAF, dan mendukung jet tempur F/A-18F Super Hornet dalam pertempuran jaringan.

Untuk diketahui, MQ-28A dilengkapi kecerdasan buatan (AI) untuk terbang secara otonom sambil tetap menerima perintah dari pilot manusia. Drone ini mampu menavigasi hambatan dan menjalankan misi secara mandiri. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *