Untuk Bertarung Melawan AS, China Butuh 200 Jet Tempur Siluman J-20

ANGKASAREVIEW.COM – Agar selalu siap menghadapi peperangan melawan AS, China terus menggenjot peningkatan kekuatan angkatan udaranya, People Liberation Army Air Force (PLAAF). China berambisi meraih superioritas udara di kawasan Pasifik dan Timur Jauh dan bahkan juga dunia di masa mendatang. Dalam kaitan ini pula China terus melahirkan beragam pesawat tempur berteknologi siluman (stealth).

China yang sedang meneguhkan penguasaan perairan di Laut China Selatan (LCS) rupanya juga makin menyiapkan diri untuk menghadapi para rivalnya seperti Jepang, AS, Rusia, dan  India yang sama-sama memiliki program pengembangan pesawat tempur siluman. Salah satunya adalah J-20 yang dibuat oleh pabrik Chengdu Aerospace Corporation (CAC).

Lewat berbagai pernyataan politiknya, Pusat Pemerintah China di Beijing menandaskan siap menghadapi kekuatan militer dari negara mana pun yang berniat menghalangi hegemoninya atas perairan LCS.

Beijing juga menegaskan, tidak akan mengakui keputusan Pengadilan Arbitrase Internasional di Den Haag yang menyatakan bahwa klaim China atas LCS melanggar hukum laut internasional.

Sikap keras kepala China ini mengindikasinya bahwa kekuatan militernya siap menghadapi segala bentuk ancaman.

Sebagai pesawat multiperan  generasi kelima, J-20 yang terbang perdana pada Januari 2016 dan saat ini sudah dibuat sebanyak 20 unit, langsung digenjot China untuk mencium medan potensi peperangan. Pada Januari 2018, jet siluman ini bahkan diikutsertakan dalam latihan tempur udara bersama penempur lainnya, J-16 dan J-10C.

Dalam sistem operasionalnya, J-20 akan berpartner dengan jet tempur siluman China yang juga sedang diproduksi J-31. Sehingga, komposisinya mirip dengan jet tempur F-22 Raptor USAF yang berpartner dengan F-35 Lightning II. Ketika sedang bertempur J-31 akan berperan sebagai pengawal (escort) J-20.

J-20Istimewa

Baik J-20 maupun J-31, kedua pesawat ini dalam proses produksinya disubsidi oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Prototipe J-31 sendiri  telah sukses melakukan tes terbang perdana lebih dulu yaitu pada November 2014 dan direncanakan siap operasional  pada 2020.

Karena memiliki kecepatan lebih tinggi (2,5 Mach), J-20 memang lebih superior dibandingkan dengan J-31 (2 Mach). Sehingga, untuk keperluan dog fight, tugas tempur itu diserahkan kepada J-20. Sedangkan J-31 bertugas menyergap jet-jet tempur lawan yang mengancam keselamatan terbang J-20.

Demikian optimisnya dengan keunggulan J-31, Presdien Direktur AVIC Lin Zhouming sampai berani mengklaim bahwa J-31 siap merontokkan jet tempur F-35 AS seandainya keduanya bertemu dalam konfrontasi. Tidak hanya untuk memperebutkan dominasi di Laut China Selatan, tapi juga untuk memperebutkan Taiwan.

Menurut pengamat militer China, Zhou Chenming, AS hingga tahun 2025 diperkiarakan akan menempatkan sekira 300 unit F-35 di kawasan Asia Pasifik. Untuk mengantisipasi kekuatan udara AS itu, maka China perlu mengimbangi dengan memiliki sedikitnya 200 unit J-20.

A Winardi

One Reply to “Untuk Bertarung Melawan AS, China Butuh 200 Jet Tempur Siluman J-20”

  1. ID, JAKARTA — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan pemangku kepentingan terkait akan menyusun cetak biru industri dirgantara nasional untuk pengembangan sektor kedirgantaraan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *