Bell V-280 Valor terpilih sebagai pengganti UH-60 Black Hawk, singkirkan Defiant X dari Sikorsky/Boeing

Bell V-280 dan SB-1 defiantBell, Boeing
ROE

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah periode uji terbang yang sangat berat dan panjang selama beberapa tahun, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) telah memilih pesawat tiltrotor canggih Bell V-280 Valor untuk menggantikan helikopter UH-60 Black Hawk yang legendaris.

Valor berhasil menyingkirkan pesaingnya, helikopter dengan rotor koaksial plus mesin pusher Defiant X buatan tim Sikorsky dan Boeing.

Dijuluki Future Long-Range Assault Aircraft (FLRAA), Valor akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2030-an.

Pesawat tersebut akan menggantikan helikopter UH-60 Black Hawk buatan Sikorskyyang telah berfungsi sebagai helikopter utilitas pekerja keras US Army selama lebih dari empat dekade.

Penghargaan kontrak awal adalah 232 juta dolar AS, mencakup desain digital akhir Valor yang dihasilkan Bell sebagai hasil dari periode pengujian penerbangan selama lima tahun dan kampanye pengembangan pesawat, termasuk persyaratan US Army.

Sementara untuk penghargaan total, dengan opsi untuk pesawat fisik, mencapai 1,2 miliar dolar AS dan kemudian menjadi 7 miliar dolar AS untuk mulai membangun armada, menurut Mayor Jenderal Robert Barrie, pejabat eksekutif program Angkatan Darat untuk penerbangan, seperti diwartakan The Drive (5/12).

Menjadi pertanyaan mengapa Angkatan Darat memilih tiltrotor Bell daripada desain pusher-compound-rotor Sikorsky? Barrie mengatakan keputusan itu bermuara pada “proposisi nilai terbaik.”.

Ditambahkan, nilai terbaik yang dimaksud dalam arti sebenarnya adalah analisis komprehensif dari berbagai faktor yaitu variabel dan kinerja, biaya, dan jadwal, semuanya dipertimbangkan, dan kombinasinya didefinisikan secara eksplisit dan dievaluasi.

“Ini adalah saat yang menyenangkan bagi Angkatan Darat AS, Bell, dan Tim Keberanian karena kami memodernisasi kemampuan penerbangan Angkatan Darat untuk beberapa dekade mendatang,” kata Mitch Snyder, Presiden dan CEO Bell.

“Bell memiliki sejarah panjang dalam mendukung Penerbangan Angkatan Darat dan kami siap membekali tentara dengan kecepatan dan jangkauan yang mereka butuhkan untuk bersaing dan menang menggunakan sistem senjata serbu jarak jauh berkinerja tinggi yang paling matang, andal, dan terjangkau di dunia.” imbuh Mitch Snyder.

Prototipe V-280 Valor telah membukukan ratusan jam terbang dalam kampanye uji terbangnya dan berhasil menembus kecepatan 280 knot sesuai kode namanya.

Faktanya, demonstran V-280 malah berhasil menembus 300 knot dalam sebuah pengujian, kecepatan luar biasa yang sulit dicapai helikopter konvensional.

Penerbangan pertama Valor terjadi pada 18 Desember 2017 dan sejak itu telah mencatat lebih dari 200 jam di udara dan memenuhi sejumlah sasaran kecepatan dan kelincahan yang ditetapkan oleh Angkatan Darat di bawah program Demonstrasi Teknologi Multi-Peran Bersama (JMR-TD).

Namun kemenangan Bell ini diprotes oleh pesaingnya, Lockheed Martin perusahaan induk pemilik Sikorsky, yang akan menunda seluruh program setidaknya selama 100 hari. Sementara Kantor Akuntabilitas Pemerintah mempertimbangkan argumen balasannya.

“Kami tetap yakin Defiant X adalah helikopter transformasional yang dibutuhkan Angkatan Darat A.S. untuk menyelesaikan misi kompleksnya hari ini dan jauh di masa depan. Kami akan mengevaluasi langkah selanjutnya setelah meninjau umpan balik dari Angkatan Darat,” rilis dari Lockheed Martin.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *