Melongok program jet regional Jepang

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tahun 2003, pemerintah Jepang memulai program penelitian selama lima tahun senilai 50 miliar yen atau setara 420 juta dolar AS untuk mempelajari pembuatan jet regional asli 30-90 penumpang. Proyek ini dipimpin oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI).

Tahun 2007 Mitsubishi Aircraft Corporation (MAC), anak perusahaan MHI, resmi meluncurkan program jet yang disebut sebagai MRJ90 (Mitsubishi Regional Jet) berkapasitas 90 penumpang.

Di tahun yang sama, perusahaan Kawasaki Heavy Industries (KHI) juga mengumumkan ingin mengembangkan jet regionalnya sendiri yang lebih besar berkapasitas 100-150 penumpang. Direncanakan pesawat akan terbang perdana 2015.

Jet penumpang tiga kelas berbeda akan dibangun sebagai Kawasaki YPX-10, YPX-11, dan YPX-12.

Kawasaki YPXKawasaki

Pesawat tersebut akan bersaing langsung dengan keluarga Boeing 737 dan Airbus A320.

Berjalannya waktu Mitsubishi MRJ90 sukses menjalani penerbangan perdananya pada 11 November 2015. Sementara program Kawasaki YPX sayup-sayup mulai tak terdengar lagi.

Selanjutnya Mitsubishi fokus untuk mengembangkan dua kelas berbeda yakni MRJ70 kapasitas 70 penumpang dengan badan lebih pendek dan MRJ90 untuk 90 orang. Keduanya ditenagai mesin turbofan Pratt & Whitney PW1200G buatan Amerika Serikat.

Tahun 2019 Mitsubishi resmi mengganti nama MRJ menjadi SpaceJet. MRJ70 menjadi SpaceJet M100 dan MRJ90 menjadi SpaceJet M90. Keduanya akan bersaing dengan jet regional Embraer E-jet dari Brazil.

Pengembangan keluarga SpaceJet sedikit berlarut-larut, ditambah lagi dengan adanya pandemi COVID-19. Hal ini menyebabkan penyerahan pesawat SpaceJet M90 kepada pelanggan menjadi tertunda.

Sementara prototipe SpaceJet M100 (70 penumpang) juga mengalami kemunduran dan direncanakan baru akan mengudara pertama tahun 2021 ini.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *