Perang makin panas, Iran akan pasok Rusia dengan ratusan rudal balistik
Wikipedia AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Baru-baru ini The Washington Post memberitakan bahwa Iran akan menyuplai Rusia dengan beberapa ratus rudal balistik, informasi ini didapatkan dari sumber-sumbernya di Pentagon.
Dijelaskan, rudal balistik yang akan dikirim ke Rusia adalah rudal permukaan ke permukaan jarak pendek Fateh-110 dan Zolfaghar.
Kehadiran rudal balistik ini akan membuat perang antara Rusia dan Ukraina semakin panas.
Kehadirannya akan menambah daya pukul Rusia, yang sebelumnya dilaporkan stok rudal permukaan ke permukaan dan udara ke permukaannya telah menipis.
Seperti apakah sosok kedua misil balistik tersebut? Berikut ulasannya.
Fateh-110 (Penakluk), juga dikenal sebagai NP-110 adalah rudal permukaan ke permukaan satu tahap berbahan bakar padat yang diproduksi oleh Organisasi Industri Dirgantara Iran.
Fateh-110 dikembangkan dari roket artileri terarah Zelzal-2, yang pada dasarnya melalui penambahan sistem panduan dan modifikasi untuk meningkatkan jangkauan dan muatannya.
Pengembangannya dilakukan setelah usai Perang Iran-Irak. Kaia itu militer Iran menyadarii bahwa mereka membutuhkan rudal jarak pendek yang akurat, karena roket artileri Zelzal dan Naze’at sangat tidak akurat.
Semula Iran belum membuatnya sendiri, namun membeli sebanyak 200 pucuk rudal jarak pendek CSS-8 dari China tahun 1989.
Tetapi nyatanya rudal CSS-8 tidak memuaskan Iran karena jarak jangkaunya yang pendek, hulu ledak relatif ringan, dan struktur yang besar.
Fakta ini membuat Iran memutuskan menjalankan sebuah proyek mandiri pengembangan rudal balistik jarak pendek yang ditugaskan ke Shahid Bagheri Industries untuk merancangnya.
Proyeknya dimulai tahun 1995 dengan roket artileri Zelzal 2 dipilih sebagai basisnya. Kabarnya Suriah juga ikut bergabung dengan program tersebut dan memproduksi versinya sendiri yang disebut sebagai M-600.
Uji peluncuran generasi pertama Fateh-110 dilaksanakan pada September 2002 dan mulai diproduksi massal tak lama kemudian. Jangkauan awal rudal adalah 200 km.
Tahun 2004, generasi kedua Fateh-110 diluncurkan, dengan jangkauan ditingkatkan menjadi 250 km. Versi ini tampaknya ditawarkan untuk ekspor.
Tahun 2006, Departemen Keuangan AS menuduh Great Wall Industry, sebuah perusahaan China dan mitranya untuk memainkan peran utama dalam pengembangan sistem rudal Fateh-110 ini, karena Iran tidak memiliki pengalaman sebelumnya dengan rudal balistik berbahan bakar padat.
Selanjutnya pada 2010, generasi ketiga Fateh-110 diuji yang memiliki akurasi dan waktu reaksi meningkat. Jangkauan rudal pun dinyatakan hingga 300 km.
Pada Agustus 2012 Iran berhasil menguji coba generasi keempat Fateh-110. Namun tak banyak informasi mengenai spesifikasi dan kinerjanya.
Mengenai spesifikasinya, Fateh-110 berdimensi panjang 8,9 m, diameter 60 cm, dan berat totalnya mencapai 3.500 kg.
Sebagai mesin adalah roket bahan bakar padat satu tingkat. Kecepatan luncur maksimumnya hingga 3,4 Mach.
Untuk sistem panduannya keluarga Fateh-110 menggunakan sistem navigasi satelit global inersia dan terminal elektro-optik.
Sementara rudal balistik Zolfaghar yang juga akan dipasok untuk militer Rusia juga masih keterunan dari keluarga Fateh-110.
Zolfaghar telah menggunakan bodi komposit yang membuat bobotnya lebih ringan, jangkauannya diklaim mencapai 700 km.
Zolfaghar merupakan rudal balistik pertama yang digunakan secara terbuka oleh Iran dalam konflik di negara asing.
Pada 17 Juni 2017, Iran meluncurkan enam rudal Zolfaghar ke Suriah menuju wilayah Deir ez-Zor pada target ISIS sebagai tanggapan atas serangan di Teheran pada 8 Juni 2017.
Pada 7 Maret 2021, Houthi Yaman menyerang lokasi yang berbeda di Arab Saudi menggunakan rudal balistik Zolfaghar juga amunisi berkeliaran Samad-3 dan drone intai serang yang menargetkan fasilitas minyak Aramco di Ras Tanura.
-RBS-
