Jet tempur seri produksi “Su-30” paling diminati di antara keluarga Flanker

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pesawat dari keluarga Sukhoi Su-30 (NATO: FlankerC/G/H) merupakan varian yang paling diminati oleh banyak negara di antara keluarga Flanker lainnya.

Pesawat dalam varian ini antara lain digunakan oleh Rusia, India, China, Vietnam, Indonesia, Malaysia,  Venezuela, Aljazair, Kazakhstan, Armenia, Belarusia, Uganda, dan Angola.

Dari jumlah yang sudah tersebar di banyak negara itu, varian Su-30MKI milik India adalah yang paling banyak jumlahnya.

Armada Su-30MKI dengan kesiapan tempurnya menghuni 12 skadron dari 30 skadron tempur yang dimiliki oleh Angkatan Udara India (IAF). Jumlahnya saat ini sekira 272 unit di mana 50 unit dibuat di Rusia dan 222 unit lainnya dirakit di India.

Dalam beberapa tahun ke depan, India merencanakan penambahan dua skadron Su-30MKI di IAF sehingga menjadi 14 skadron. Pemesanan 12 unit  Su-30MKI dari HAL (Hindustan Aeronautics Limited) telah dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan India dengan nilai 1,35 miliar dolar AS.

Varian MKI terwujud berkat kerja sama teknis militer antara India dan Rusia. Varian yang merupakan pengembangan dari versi dasar Su-30 ini, dirancang oleh Biro Desain Eksperimental Sukhoi berdasarkan kebutuhan IAF.

Marina Lystseva/TASSTASS

Berbeda dengan versi Flanker berkursi tunggal Su-27 maupun pengembangannya seperti Su-35, Su-30MKI dibuat berkursi tandem. Awak pertama berfungsi sebagai pilot, sedangkan awak kedua menjalankan tugas sebagai perwira operator senjata.

Menurut penjelasan dari Sukhoi, operator senjata bertanggung jawab mengelola seluruh persenjataan, terutama rudal. Ia mengendalikan sistem persenjataan, membantu pilot dalam pertempuran udara nyata.

Kelincahan Su-30MKI tak berkurang bila dibandingkan dengan Su-27. Pesawat ini dilengkapi nosel vektor di mana semburan mesin jet dapat dibelokkan arahnya.

Penggunaan vektor dorong terkontrol ini meningkatkan kemampuan manuver petarung dalam pertempuran jarak dekat dengan G-force yang tinggi.

Su-30SM

Bila Su-30MKI dengan segala kelebihannya merupakan pesawat tempur yang canggih, Rusia melakukan pengembangan lagi menggunakan basis pesawat ini untuk melahirkan lagi varian terbaru yang lebih canggih lagi yaitu Su-30SM dan Su-30SM2.

Su-30SM telah digunakan oleh Angkatan Kedirgantaraan Rusia sejak tahun 2012 dan juga digunakan oleh Penerbangan Angkatan Laut Rusia.

Versi ekspor Su-30SME diperkenalkan pertama kali dalam bentuk model mini di Singapore Airshow 2016. Dalam versi ini Rusia telah meningkatkan kemampuan avioniknya.

Dua tahun kemudian, dalam Airshow China 2018, Kepala Delegasi Rostec Viktor Kladov mengumumkan bahwa Myanmar telah memesan enam unit Su-30SME.

Penandatanganan kontrak pemesanan pesawat dilaksanakan dalam kunjungan Menteri Pertahanan Rusia ke Myanmar pada Januari 2018. Koran Kommersant memberitakan, pembelian 6 Su-30SME oleh Myanmar senilai 400 juta dolar AS.

Pesawat pertama Su-30SM pesanan Myanmar diberitakan telah selesai dibuat dan tengah menjalani pengujian sebelum diserahkan.

Su-30SM MyanmarTwitter

Hal itu diketahui dalam kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing pada April 2020 ke Irkutsk Aviation Plant yang memproduksi pesawat tersebut.

Kazakstan adalah contoh negara lain yang telah lebih dulu menggunakan Su-30SM. Pemerintah Kazakhstan membeli 24 Su-30SM dalam tiga kontrak sejak 2015 dan tahun ini menambah 12 unit sehingga total pesanan menjadi 36 unit. Lebih dari 12 unit pesawat ini telah diterima.

Su-30MKI (Flanker-H) dan Su-30SM (Flanker-H) merupakan dua contoh dari sekian banyak varian yang dikembangkan dari varian dasar Su-30 (Flanker-C) yang laris di pasaran.

Hal ini berlum termasuk Su-30MKK (Flanker-G) yang digunakan oleh China dengan jumlah produksi sekira 165 unit.

Sejak diproduksi tahun 1992, tercatat lebih dari 630 unit “Su-30” telah diproduksi dan digunakan oleh berbagai negara.

Roni Sontani

3 Replies to “Jet tempur seri produksi “Su-30” paling diminati di antara keluarga Flanker”

  1. kenapa tidak gunakan bahasa mudah paham,bahasa malaysia, kenapa guna bahasa yg hanya org indon saja yg paham, kalo terus brgini, bye bye u tube

    1. Bahasa Indonesia dengan bahasa yang digunakan di Malaysia mungkin ada beberapa perbedaan sehingga sulit dimengerti. Kami sarankan untuk menggunakan translation ke bahasa Inggris melalui google translate yang sudah kami sediakan. Terima kasih. Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *