Kelebihan C-130J-30 Super Hercules yang sedang dinantikan TNI AU

Lockheed Martin

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Lockheed Martin baru saja merilis foto pesawat angkut C-130J-30 Super Hercules pertama (dari lima) pesanan TNI AU yang sudah selesai dan siap dikirimkan ke Tanah Air.

Lalu, apa sih kelebihan pesawat C-130J-30 ini dibandingkan dengan seri C-130 Hercules lainnya? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Varian C-130J adalah pembaruan komprehensif dari C-130 Hercules versi lama dengan mendapatkan mesin baru, dek penerbangan baru dan menggabungkan teknologi tercanggih lainnya.

Hasil peningkatan (upgrade) ini mengurangi kebutuhan tenaga kerja (awak), menurunkan biaya operasi dan dukungan, serta memberikan penghematan biaya siklus hidup dibandingkan model C-130 sebelumnya.

Dibandingkan dengan C-130 yang lebih tua seperti seri C-130E dan C-130H maka model J memiliki kemampuan menanjak (climb) lebih cepat dan lebih tinggi, terbang lebih jauh dengan kecepatan jelajah yang lebih tinggi pula, dan lepas landas dan mendarat dalam jarak yang lebih pendek.

Peningkatan sistem utama C-130J mencakup stasiun penerbangan dua pilot canggih dengan avionik digital terintegrasi penuh, color multifunctional liquid crystal (CMLC), head-up displays (HUD) serta navigasi canggih yang mencakup sistem navigasi inersia ganda dan GPS .

Pesawat ini juga dilengkapi sistem pertahanan terintegrasi penuh, radar warna berdaya rendah, tampilan peta bergerak digital dan sistem auto pilot digital.

Juga mencakup bahan bakar yang ditingkatkan, perlindungan terhadap cuaca ekstrim, serta sistem penanganan kargo yang ditingkatkan.

Pada seri C-130E (mulai berdinas 1962) masih menggunakan mesin turboprop Allison T56-A-7 dan model C-130H (mulai berdinas 1974) telah menggunakan seri Allison T56-A-15 yang lebih bertenaga.

Maka pada model J mendapatkan mesin turboprop baru Rolls-Royce AE2100D3 dengan baling-baling komposit enam bilah, sementara C-130 model sebelumnya dengan kitiran empat bilah.

Lockheed Martin menelurkan dua versi utama model J, pertama C-130J model standar berbadan pendek dan kedua C-130J-30 versi badan yang diperpanjang (4,57 m) yang dijuluki sebagai “Super Hercules”.

Prototipe pertama C-130J sukses melakukan penerbangan perdananya pada 5 April 1996, dan resmi berdinas pertama tahun 1999 dengan menjadi operator pertama adalah AU Inggris (RAF).

Saat ini keluarga C-130J dan C-130J-30 telah dioperasikan (termasuk calon pengguna pasti) di 25 negara dunia. Tercatat sekitar 500 unit telah diproduksi oleh Lockheed Martin hingga Maret 2022.

Dikawasan Pasifik, model J ini digunakan oleh AU Australia (RAAF) sebanyak 12 unit seri C-130J-30 yang mulai beroperasi sejak 2014. Lalu AU Selandia Baru (RNZAF) memesan sebanyak lima C-130J-30 pada Juni 2020.

Di kalangan negara Asia Tenggara, Indonesia adalah calon pengguna pertama keluarga Super Hercules. Memesan lima unit seri C-130J-30, dan diharapkan pesawat pertama akan dikirimkan tahun 2022 ini.

-RBS-

Berikut perbandingan spesifikasi dan performa antara C-130E/H/J/J-30

Mesin:

C-130E: Empat turboprop Allison T56-A-7, 4.200 hp

C-130H: Empat turboprop Allison T56-A-15, 4.591 hp

C-130J/C-130J-30: Empat turboprop Rolls-Royce AE 2100D3, 4.700 hp

Dimensi:

C-130E/H/J versi standar (bodi pendek) panjang 29,3 m, sedangkan C-130J-30 mencapai 34,69 m

kompartemen kargo:

C-130E/H/J: panjang 12,5 m, lebar 3,12 m, tinggi 2,74 m, sedangkan C-130J-30 dengan panjang 16.9 m

Kecepatan maksimum:

C-130E: 345 mph pada ketinggian 6.060 m

C-130H: 366 mph pada ketinggian 6.060 m

C-130J: 417 mph pada ketinggian 6.706 m

C-130J-30: 410 mph pada ketinggian 6.706 m

Ketinggian terbang dengan muatan maksimum:

C-130H: 7.077 m dengan muatan 19.090 kg

C-130E: 5.846 m dengan muatan 19.090 kg.

C-130J: 8.615 m dengan muatan 19.090 kg

C-130J-30: 8.000 m dengan muatan 20.227 kg

Berat lepas landas maksimum (MTOW):

C-130E/H: 69.750 kg

C-130J: 74.393 kg

Jangkauan dengan muatan normal (16.000 kg)

C-130E: 1.150 mil

C-130H: 1.208 mil

C-130J: 2.071 mil

C-130J-30: 1.956 mil

Awak pesawat:

C-130E/H: lima (dua pilot, navigator, insinyur penerbangan dan loadmaster)

C-130J/J-30: tiga (dua pilot dan loadmaster)

Jenis muatan:

C-130E/H/J: 6 palet atau 72 tandu atau 16 bundel CDS atau 90 pasukan tempur atau 64 pasukan terjun payung, atau kombinasi dari semua ini hingga kapasitas kompartemen kargo atau berat maksimum yang diizinkan, seperti 2-3 Humvee atau satu panser LAV III (dengan turret dilepas) atau M113 APC

C-130J-30: 8 palet atau 97 tandu atau 24 bundel CDS atau 128 pasukan tempur atau 92 pasukan terjun payung, atau kombinasi dari semua ini hingga kapasitas kompartemen kargo atau berat maksimum yang diizinkan, seperti 2-3 Humvee atau satu panser LAV III (dengan turret dilepas) atau M113 APC

Leave a Reply

Your email address will not be published.