Militer Iran resmikan dua drone serang baru

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Di tengah pandemi COVID-19, Militer Iran tak mengendurkan kekuatannya. Malah sebaliknya, menambah arsenal baru berupa drone intai penyerang baru pada 19 April 2020.

Dua drone yang diresmikan adalah varian terbaru dari keluaga UAV Ababil yang disebut sebagai Ababil-3 dan Atlas.

Seperti Airspace Review pelajari dari pemberitaan kantor berita Tasnim, kedua drone tersebut akan digunakan oleh Angkatan Udara dan Unit Pertahanan Udara dari pasukan konvensional Iran.

Acara peresmian drone dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan dan Komandan Angkatan Darat Iran. 

Selain Ababil-3 dan Atlas, juga ditampilkan drone lainnya yakni Karrar dan Naseh.

Drone Ababil-3 dikembangkan oleh pabrik pesawat HESA sebagai drone ISR (pengintaian, pengawasan dan intelijen) bersenjata. 

Ababil-3 menampilkan desain drone konvensional, sederhana, tangguh, mudah dioperasikan, dan berharga murah.

Ditengok dari penampilannya, Ababil-3 sangat mungkin didasarkan pada drone Seeker-2D yang dibuat oleh Denel Dynamics dari Afrika Selatan 

Ababil-3 terlihat pertama kali pada 2010, saat dilibatkan dalam latihan militer di Teluk Persia untuk uji coba kemampuannya.

Disebut-sebut Ababil-3 mampu terbang hingga ketinggian 4.570 m dengan durasi hingga 8 jam. Drone ini dapat mengirimkan gambar secara langsung ke pangkalannya dalam jarak 250 km. 

Atlas drone
Tasnim

Sebagai drone serang, Ababil-3 dipersenjatai sepasang bom pintar Ghaem (Qaem).

Sementara drone Atlas adalah versi Ababil-3 yang ditingkatkan kemampuannya. 

Struktur sayap dan badan drone ini diperkuat. Kemudian mekanisme roda pendarat depannya telah menggunakan sistem hidrolik.

Dibandingkan keluaga drone Ababil lainya, Atlas telah dibekali sistem lepas landas dan pendaratan otomatis tanpa bantuan pilot di stasiun kontrol darat (GCS). Yaitu dengan menggunakan sensor laser di bawah bodinya.

Dalam pengembangan drone, Iran memang terbilang agresif. Beragam pesawat tanpa awak dikembangkan, mulai dari jenis taktis ringan hingga kelas MALE (medium-altitude long-endurance).

Kantor Berita Tasnim menyebutkan, Ababil-3 telah digunakan dalam perang saudara di Yaman dan Suriah, menyusul kakaknya Ababil-2 yang telah battle proven.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *