F-35 berisiko alami keruskan bagian ekor bila terbang dengan kecepatan supersonik

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Jet tempur siluman F-35, khususnya varian F-35B dan F-35C, berisiko mengalami kerusakan pada bagian ekor apabila terbang dalam kecepatan supersonik. 

Hal ini disampaikan oleh Kantor Program Gabungan (JPO) F-35 kepada Defense News pada Jumat, 24 April 2020.

Temuan mengenai hal ini (kekurangan-kekurangan F-35) pertama kali dilaporkan Defense News tahun lalu.

Hal ini menandaskan bahwa F-35 hanya dapat digunakan terbang dalam kecepatan supersonik pada high altitude hanya dalam waktu singkat saja. Bila tidak, pesawat akan mengalami kerustan struktur dan kehilangan sifat silumannya.

Dengan kata lain, dua varian F-35 berbasis kapal induk yaitu F-35B dan F-35C tidak mungkin digunakan untuk fungsi intersepsi supersonik.

“Temuan masalah ini telah ditutup pada 17 Desember 2019 dengan keputusan tidak ada tindakan lanjutan dan persetujuan dari dinas militer,” kata JPO dalam pernyataannya. Laporan ini pun masuk kategori ‘tidak ada rencana untuk memperbaiki’.

Untuk memecahkan masalah ini, lanjut JPO, solusinya membutuhkan pengembangan yang panjang dan pengujian (ulang) lapisan coating pesawat yang dapat menahan lingkungan penerbangan supersonik untuk jangka waktu yang tidak terbatas. 

Sebaliknya, hal yang dapat dilakukan adalah membatasi penerbangan supersonik pada waktu yang singkat saja.

Disebutkan, potensi kerusakan yang dialami tidak saja oleh lapisan deteksi rendah yang membuat pesawat ini berkarakteristik siluman, tapi juga menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada bagian struktur dan sistem-sistem antena yang sangat banyak di pesawat.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *