Menakjubkan, MQ-9 Reaper terbang otonom 7.000 mil dari AS ke Palau tanpa kendali pilot

MQ-9A Block 5 ReaperGA-ASI

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Menakjubkan, kendaraan udara tak berawak MQ-9 Reaper terbang secara otonom sejauh 7.000 mil dari Amerika Serikat ke Pulau Palau di Pasifik Selatan.

Reaper yang merupakan jenis drone bersenjata (UCAV) ini melakukan pendaratan di Palau secara otomatis alias tanpa dikendalikan oleh pilot dari pusat komando darat.

Para penerbang di pulau Palau menyaksikan dan mengamati dengan seksama saat MQ-9 Reaper mendarat secara otomatis baru-baru ini. MQ-9 terbang ke Palau dari Pangkalan Angkatan Udara Creech di Nevada, AS.

Kemampuan lepas landas dan mendarat secara otomatis, dimungkinkan hanya dengan satu palet dan setengah peralatan.

Demonstrasi kerja tempur tangkas Reaper, atau RACE, merupakan bagian dari latihan Valiant Shield yang dilaksankaan bulan Juni lalu.

“Ini pada dasarnya mengguncang bagaimana kami menampilkan kekuatan kami, karena saya tidak membutuhkan semua orang untuk melakukan downrange lagi,” ujar Letkol Michael Chmielewski, Komandan Skuadron Uji dan Evaluasi 556 di Creech seperti diberitakan Air Force Magazine.

Dijelaskan, bahwa Reaper dapat melakukan hal itu dengan kontrol penuh dari satelit.

Demonstrasi ini membuktikan bahwa Reaper dapat diterbangkan menggunakan satelit di atas cakrawala sejauh ribuan mil melintasi Pasifik dan secara otomatis melakukan pendaratan sendiri.

Sebelumnya, model endaratan ATLC telah diuji di Pangkalan Angkatan Udara Eielson, Alaska pada saat latihan Northern Edge 2021.

MQ-9 Reaper dibuat oleh General Atomics Aeronautical Systems (ASI). Drone ini mampu terbang selama 14 jam dengan membawa persenjataan penuh.

Reaper mampu terbang hingga ketinggian 50.000 kaki.

Kecepatan terbang maksimumnya adalah 482 km/jam (260 knot).

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published.