ASEAN dan Angkatan Laut Rusia gelar latihan bersama pertama kali

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Latihan Angkatan Laut negara-negara ASEAN dengan Angkatan Laut Rusia untuk pertama kalinya digelar di lepas pantai Sumatera Utara, Indonesia pada 1-3 Desember 2021.

Pembukaan latihan bersandi ARNEX (ASEAN-Russia Naval Exercise) ini dihadiri oleh Duta Besar Rusia untuk ASEAN Alexander Ivanov dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva.

Ivanov mengatakan, latihan dilaksanakan untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan ini.

“Kami membuka halaman baru dalam kemitraan strategis kami,” kata Ivanov menjelaskan tentang keikutsertaan Rusia.

Seperti diberitakan TASS, latihan Angkatan Laut Rusia dan ASEAN di perairan teritorial Indonesia melibatkan kapal perang antikapal selam besar milik Rusia yakni Admiral Panteleyev.

Manuver latihan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni secara virtual dan pelaksanaan di laut.

Sebelumnya, Rusia dan ASEAN mengadakan KTT keempat melalui konferensi video pada 28 Oktober lalu.

KTT ini bertepatan dengan peringatan 30 tahun hubungan antara Rusia dan ASEAN pada tahun ini.

KTT mengadopsi sejumlah dokumen yang bertujuan untuk lebih mengembangkan kemitraan strategis.

Para pemimpin menyetujui keputusan untuk mengadakan manuver angkatan laut Rusia-ASEAN yang pertama.

Dibuka oleh Pangkoarmada I

Sementara itu Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melaporkan, ARNEX bertema “Joint Actions to Ensure the Safety of Maritime Economic Activity and Civil Navigation”.

Latihan dibuka oleh Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah di Lantamal I Belawan, Medan, Sumatra Utara.

Setelah upacara pembukaan selesai, Pangkoarmada I, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Duta Besar Rusia untuk ASEAN, dan para Atase Pertahanan melakukan inspeksi ke seluruh kapal peserta latihan yang sedang berada di area lego jangkar menggunakan KRI Lepu-861.

Sumatra Utara dipilih menjadi lokasi pelaksanaan ARNEX karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan negara-negara anggota ASEAN sehingga lebih memudahkan pengerahan unsur-unsur di masa pandemi COVID-19 ini.

Dalam latihan bersama ini, Indonesia mengerahkan satu kapal fregat KRI I Gusti Ngurah Rai-332, satu helikopter AS-565, satu pesawat CN235, dan 500 personel TNI Angkatan Laut.

Sementara dari 11 negara peserta, delapan negara mengirimkan unsur berupa kapal perang atau pesawat dan tiga negara mengirimkan observer.

Latihan digelar untuk untuk meningkatkan kerja sama dan interaksi antara Angkatan Laut Rusia dengan negara ASEAN.

Kementerian Pertahanan dalam rilisnya mengatakan, ARNEX merupakan usulan dari Rusia yang pertama kali disampaikan pada awal tahun 2020.

Pada waktu itu Indonesia menjadi country coordinator kerja sama ASEAN-Rusia sehingga Indonesia dalam hal ini Kemhan RI menyampaikan usulan kepada negara anggota ASEAN lainnya melalui mekanisme yang berlaku dibawah kerangka ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM).

Setelah melalui proses, akhirnya pada pertemuan ADMM ke-14 tanggal 9 Desember 2020 para Menhan negara-negara ASEAN sepakat menerima usulan Rusia untuk melaksanakan latihan ARNEX pada akhir tahun 2021.

ARNEX
TNI AL

Rusia merupakan salah satu mitra dialog ASEAN sejak tahun 1996 dan Rusia telah menjadi ASEAN mitra strategis pada 2018.

Rusia juga merupakan anggota Forum ADMM-Plus yang merupakan Forum Pertahanan antara ASEAN dengan delapan negara mitra wicara yang berdiri sejak tahun 2010.

Negara-negara tersebut terdiri dari Australia, Amerika Serikat, China, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, dan Selandia Baru.

Poetra M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *