Ketika Iran disinyalir akan membeli Su-35 dan S-400 dari Rusia

AIRSPACE REVIEW (arispace-review.com) – Iran disinyalir akan membeli sejumlah sistem persenjataan dari Rusia, termasuk jet tempur Su-35 dan sistem pertahanan udara S-400 Triumf.

Hal itu secara diplomatis dibenarkan oleh Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, dalam sebuah wawancara dengan harian Rusia, Kommersant, yang juga diberitakan oleh kantor berita Iran, ISNA.

“Memang benar, kami akan mengadakan konsultasi dengan Rusia tentang apa yang kami butuhkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami. Pemerintah Rusia dan rakyat Rusia selalu berada di pihak kami di saat krisis. Rusia adalah mitra prioritas kami dalam hal ini,” kata Jalali.

Jajali tidak merinci persenjataan apa yang sedang diincar untuk dibeli oleh Iran dari Rusia.

Ia hanya menekankan bahwa Washington telah berupaya mencegah negara-negara lain untuk membeli sistem persenjataan dari Rusia. Hal itu dilakukan karena Amerika Serikat tidak mau tersaingi di wilayah manapun.

Diplomat senior ini pun menyerukan agar Iran, China, dan Rusia saling membantu untuk mengimbangi pengaruh dan langkah-langkah AS.

Kerja sama Iran dan Rusia telah berlangsung lama. Dalam dua dekade terakhir, misalnya, kedua negara telah menandatangani kontrak kerja sama strategis di bidang petrokimia dan persenjataan.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, dalam kunjungannya ke Moskow mengatakan, kontrak 20 tahun yang akan berakhir pada 2021 itu kemungkinan besar akan diperpanjang.

Sejumlah ahli militer menduga, Rusia akan membeli Su-35 atau Su-57 dan sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Meski demikian, tulis portal Bulgarian Military (22/7/2020), Iran bisa saja memilih jet tempur Su-30 atau yang lebih ringan seperti MiG-35.

Iran juga berkemungkinan untuk memilih jet tempur J-10C buatan China dengan persenjataannya yang sudah memadai, seperti rudal udara ke udara PL-15.

Di sisi yang lain disebutkan, AS tidak akan tinggal diam dengan rencana pembelian alutsista oleh Iran dari Rusia maupun China.

Oktober tahun ini embargo persenjataan terhadap Iran melalui PBB akan berakhir. AS telah melobi PBB untuk melanjutkan embargo tersebut.

Kalaupun embargo senjata ini tidak diperpanjang, AS tetap akan berupaya mencegah pembelian sistem persenjataan oleh Iran dari Rusia maupun China. Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada 23 Juni lalu.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *