Venezuela Buka Penerbangan Internasional Terpendek di Dunia

ANGKASAREVIEW.COM – Anda dapat melakukan perjalanan antar negara hanya dalam delapan menit. Penerbangan lintas negara itu saat ini telah menjadi penerbangan internasional terpendek di dunia.

Penerbangan yang dibuka oleh Aruba Airlines itu diluncurkan pekan lalu. Ia hanya melintasi jarak 50 mil (sekitar 80 km) antara Aruba, sebuah negara kepulauan kecil di sekitaran Karibia dan Punto Fijo, Venezuela dalam delapan menit.

Penerbangan internasional terpendek di dunia itu dijadwalkan dua kali seminggu, pada hari Senin dan Jumat.

Baca juga:
Siapa Pemegang Rekor Penerbangan Komersial Terpendek di dunia?
Singapore Airlines Akan Terbang 20 Jam Nonstop

Tidak cuma menawarkan rute Aruba-Punto Dijo, penerbangan tersebut juga akan menghubungkan penumpang dari Venezuela ke Curacao, Bonaire, dan Miami.

BACA  F-15X Tak Diinginkan USAF, Penempur Generasi ke-4 Dianggap Sudah Ketinggalan Zaman

Harga untuk menikmati perjalanan super singkat itu dibanderol mulai dari 215 dolar AS.

Penerbangan ini dibuka setelah pada Januari lalu, Presiden Venezuela Nicolás Maduro memutuskan semua akses udara dan maritim ke Aruba, Bonaire, dan Curacao. Itu merupakan bagian dari sanksi yang diberikan Venezuela lantaran negara-negara pulau tetangga Venezuela telah mengambil sumber daya dari Venezuela dan menjualnya di pasar gelap. Blokade berlangsung tiga bulan.

Koneksi antara Venezuela dan Karibia masih dibatasi. Punto Fijo adalah salah satu dari tiga bandara Venezuela yang mengoperasikan penerbangan ke Aruba. Penerbangan ke Curacao dan dan Bonaire hanya diizinkan untuk berangkat dari bandara Caracas.

Penerbangan rute Aruba-Punto Fijo ini menjadi penerbangan terpendek kedua di dunia. Penerbangan komersial terpendek pertama di dunia masih dipegang oleh Loganair yang melayani penerbangan antara Westray ke Papa Westray di Skotlandia. Perjalanan ke dua pulau kecil itu hanya berlangsung kurang dari dua menit.

BACA  Harumkan Nama Bangsa, TNI AU Akan Pertahankan Keberadaan JAT

Penerbangan yang cuma memakan waktu 8 menit ini bukanlah yang pertama di dunia. Tahun lalu, sebuah maskapai Swiss juga membuka layanan serupa untuk terbang ke Jerman.

Namun baru beberapa bulan berjalan, maskapai tersebut membatalkan rute penerbangan ini karena tidak banyak orang yang memesannya.

(IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *