Tangguh, F-5 Angkatan Udara Spanyol capai usia pemakaian setengah abad

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Udara Spanyol (Ejército del Aire/EdA) telah membuktikan pesawat tempur F-5 sebagai pesawat yang tangguh dalam usia pakainya yang telah mencapai 50 tahun alias setengah abad.

EdA total mengoperasikan 70 unit jet F-5A/B Freedom Fighter buatan Northrop, Amerika Serikat mulai akhir 1960-an.

Tidak hanya membeli pesawat dalam bentuk utuh dari AS, sebanyak 62 unit F-5 yang digunakan sebagiannya dibangun dan dirakit oleh Construcciones Aeronáuticas SA (CASA) di Sevilla dan Getafe-Madrid.

Perayaan 50 tahun penggunaan F-5 di EdA pada 12 November 2020 menandai setengah abad digunakannya F-5B untuk pelatihan pilot oleh EdA. Dalam kesempatan itu sebuah F-5 seri SF-5M AE.9-10 / 23-04 dihiasi dengan corak khusus di bagian ekornya.

Ide pembelian F-5 oleh Spanyol dirumuskan tahun 1965

Ide pembelian F-5 oleh pemerintah Spanyol dirumuskan tahun 1965. Pesawat ini dipilih untuk menggantikan peran Tlockheed T-33A dan North American F-86 Sabre saat itu.

Salah satu dasarnya adalah bahwa Angkatan Udara Spanyol harus mulai memperbarui pesawat tempur dan pelatihan para penerbangnya menggunakan pesawat dengan teknologi paling mutakhir pada saat itu.

Hal lain yang dikejar saat itu, adalah lompatan besar bagi CASA untuk mengambil alih pembuatan jet temput supersonik di era 1960-an di mana teknologi ini masih terbilang baru.

Baca Juga: F-5E/F Tiger II TNI AU, Macan Besi Penjaga NKRI (Bagian 2)

Penandatanganan pembelian armada F-5A/B dilaksanakan oleh Kementerian Aeronautika Spanyol pada 1968. Perjanjian ini dilanjutkan dengan pengiriman enam penerbang pertama dan 12 teknisi untuk F-5 ke Pangkalan Angkatan Udara Williams di Arizona, Amerika Serikat.

Mereka menjalani kursus penerbangan dan teknik di Williams AFB untuk kemudian mengajarkan ilmunya kepada para penerbang dan teknisi lainnya di Spanyol.

Program pelatihan F-5 berjalan berkesinambungan

Tiga jet F-5B merupakan kelompok pertama yang tiba pertama di Pangkalan Udara Talavera la Real, di Badajos, Spanyol yang kemudian digunakan untuk pelatihan pilot.

Program pelatihan berjalan secara berkesinambungan selama satu dekade.

Pada 1980, pesawat F-5 Spanyol melakukan penerbangan ke Zaragoza untuk pertama kalinya guna melakukan latihan penembakan sesungguhnya.

F-5 SpanyolEdA

Pada akhir tahun yang sama, armada F-5B mulai mengalami peningkatan pada instrumen navigasi dan komunikasi serta peralatan bantu pendaratan.

Semangat inovatif menjadi ciri khas penerbangan F-5 sepanjang tahun dalam penggunaannya di EdA.

Baca Juga: Terbukti Masih Mumpuni, AL AS Perpanjang Masa Pakai Si Macan

Pada akhir 1990-an perubahan besar kembali dilakukan menjadikan pesawat-pesawat F-5 EdA semakin canggih namun tetap mempertahankan biaya rendah dalam perawatannya.

Avionik dari platform struktural dari F-5 EdA kembali ditingkatkan di pangkalan udara Getafe oleh CASA yang saat itu telah berubah menjadi EADS.

Pesawat modern F-5M pertama tiba

Hasilnya, pada 2003 empat pesawat modern F-5M pertama tiba. Pesawat ini menggabungkan peralatan baru termasuk sistem navigasi VOR/ILS dan Tacan, sistem komunikasi V/UHF, layar multifungsi, komputer misi MDP, sistem inersia terintegrasi (INS/GPS) EGI, radio altimeter, HUD, dan radar pelatihan virtual yang inovatif.

Sistem manajemen dan kontrol pesawat juga telah diperbarui. Kemudian sistem kontrol percepatan (HOTAS), sistem perekaman video dan perencanaan misi yang digabungkan, serta kursi lontar Martin Baker MK16 yang baru.

F-5BM SpanyolChris Lofting

Peningkatan menjadikan F-5 yang berumur panjang menjadi F-5M saat ini sebagai platform pengajaran yang ideal untuk melatih para pilot tempur Angkatan Udara Spanyol.

Dengan pesawat “tua” namun muda dan modern ini, secara progresif para siswa EdA dapat beradaptasi dengan pesawat tempur generasi ke-4 dan ke-5.

Tidak hanya pesawat aslinya yang mengalami peningkatan, namun juga simulator modern F-5M dibangun sebagai bentuk kemajuan penting dalam pelatihan para pilot EdA.

Armada F-5 Spanyol telah membukukan 167.937 jam terbang

Dapat dikatakan, selama setengah abad, pesawat F-5 Angkatan Udara Spanyol telah mengantarkan sekolah pelatihan pilot di Talavera ke tahap yang modern.

Meski F-5 saat ini merupakan pesawat dengan rasio ketersediaan berbanding biaya yang tertinggi di EdA, sebanyak 19 F-5M setiap hari masih terus terbang di Wing 23.

Mengacu pada portal Cavok, selama 50 tahun pengoperasiannya pesawat F-5 telah tercapai lebih dari 167.937 jam terbang.

Baca Juga: AS Siap Beli Ulang F-5E Swiss yang Telah Digunakan 41 Tahun

Tidak selamanya mulus, harga yang tinggi ini pun harus dibayar dengan beberapa kecelakaan yang merenggut para pilot F-5 EdA.

Namun tak sedikit pula, pesawat F-5 telah berjasa mengantarkan banyak pilot tempur EdA ke tingkatan profesional kariernya yang tinggi di Angkatan Udara Spanyol.

Roni Sontani

4 Replies to “Tangguh, F-5 Angkatan Udara Spanyol capai usia pemakaian setengah abad”

  1. Apakabar dg F-5 E/F tiger TNI yg telah pensiun? Padahal dari segi usia tdk setua yg tipe A/B.negara2 spt Brazil, Thailand, Spanyol, Taiwan msh mengoperasikan dg melakukan upgrde, airframe dan avionik yg sesuai dg saat ini. Jet ini terbukti msh cukup mumpuni. Bhkan Iran melakukan reverse engineering dp perombakan pada sayap vertikal jd dua. Serta avionik dan radar berkemampuan BVR.

    1. Karna wkt retrofit MACAN dilaksanakan, tidak menyentuh perpanjangan usia airframe dan juga program MACAN juga tidak full all unit di retrofit, hny 9 unit dari 12 unit F 5 yg wkt itu masih serviceable yg di retrofit.

      Plus jgn lupa embargo blok barat imbas dari peristiwa Timor Timur juga mempercepat pensiun ini armada A 4 dan F 5 wkt itu.

  2. jangan banyak alasan AU RI bisa ngerawat pesawat seperti AU Spanyol, AU RI jangan hanya bisa pakai tetapi gak bisa ngerawat ambyar dah

  3. perencanaannya kurang bagus berarti, sampai pengganti nya belum ada tapi pesawat sudah dipensiunkan (terlepas dari masalah embargo Dll).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *