Pop.Up Next, Mobil Terbang Garapan Airbus dan Audi

ANGKASAREVIEW.COM – Ada yang baru dalam perhelatan pameran mobil paling bergengsi di daratan Eropa tahun ini, Geneva Motor Show ke-88 yang berlangsung pada 8 – 18 Maret 2018 lalu di Jenewa, Swis. Pabrik pesawat Airbus berkolaborasi dengan pabrik mobil Audi dari Jerman memamerkan mobil terbang garapan mereka yang diberi nama Pop.Up Next.

Ital Design, studio desain otomotif kenamaan asal Italia dipercaya sebagai perancang tampilan mobil terbang hasil kawin silang Airbus dengan Audi tersebut.

Pop.Up Next sendiri adalah penyempurnaan dari versi sebelumnya yakni Pop.Up yang ditampilkan dalam pameran yang sama tahun 2017 lalu. Namun pada saat itu, Audi belum bergabung.

Pengembangan yang dilakukan terlohat pada tampilan interiornya yang dirancang ulang. Frame tempat duduk juga diganti dengan alumunium agar mengurangi bobot. Selain itu, aerodinamikanya juga didesain ulang untuk menekan konsumsi daya dan meningkatkan kinerjanya.

Pada prinsipnya Pop.Up Next terdiri dari tiga bagian utama, pertama berupa ‘kapsul’ yang bisa menampung dua orang penumpang dewasa yang dibuat menggunakan rangka monokok berbahan serat karbon yang ringan dan kuat. Kedua berupa ‘modul darat’ yang beroda empat dan dilengkapi dua motor listrik. Terakhir, ‘modul udara’ berupa drone multi-copter yang dilengkapi delapan motor listrik.

Dalam kapsulnya tersedia dashboard berupa layar 49 inci yang digunakan untuk mengaktifkan dan mengoperasikan Pop.Up Next dengan menggunakan kontrol sentuh dan suara, pengenalan wajah, pelacakan mata dan isyarat. Layar kapsul bisa berdialog dengan penggunanya secara virtual. Contohnya, fitur ini bisa membaca kondisi emosi penumpang atau merekomendasikan tempat tujuan.

airbusairbus

Pop.Up Next di Geneve Motor Show 2018.

Wahana kawin silang mobil dengan drone multi-copter ini berfungsi secara otonom penuh, baik saat menjadi wahana darat maupun wahana terbang. Ketika berfungsi sebagai mobil dalam kota (city car) dan terjebak ditengah kemacetan, sang pengguna dapat segera mengontak atau memanggil sistem modul udara yang akan dikerahkan oleh stasiun terdekat.

Selanjutnya modul udara berupa drone yang dilengkapi delapan rotor (tiap ducted fan berisi 2 rotor model tumpuk) akan mendekat dan menempel ke atap kapsul. Kemudian drone tersebut akan menguncinya secara otomatis bekerja berdasar onboard-sensor dengan menyelaraskan tiga titik penggandengan. Selanjutnya membawanya terbang dengan aman keluar dari titik kemacetan.

Setelah sampai tujuan, penumpang dapat langsung meninggalkan kendaraan, kemudian kapsul dan modul udara (drone) kembali ke stasiun terdekat untuk menanti panggilan lainnya. Begitu pula dengan modul darat yang terjebak dikemacetan tadi, banda tersebut akan berjalan pulang menuju tempat berkumpulnya (parkir) secara otonom.

Berfungsi sebagai city car, modul darat Pop.Up Next dilengkapi motor listrik bertenaga 60 kW (80 hp) yang bisa melaju hingga 100 km/jam yang mengandalkan baterai sebesar 15 kWh untuk jarak tempuh sejauh 130 km.

Sebagai drone, modul udara ditenagai delapan motor listrik untuk meggerakkan rotornya. Modul ini dapat terbang sejauh 50 km dengan dua awak atau 100 km tanpa penumpang (kosong). Modul ini juga dilengkapi muatan baterai 70 kWh dengan kecepatan maksimum 540 km/jam.

Baca Juga:

Gunakan KA Bandara, Gak Perlu Macet-macetan Lagi ke Bandara

Elon Musk Coba Penerbangan ke Mars Tahun Depan

Pop.Up Next sendiri dirancang sebagai sarana transpotasi dengan sistem layanan berbagi (ride sharing) yang bisa diakses melalui sebuah sistem aplikasi. Namun yang menjadi pertanyaan, akankah Pop.Up Next kelak bisa merubah sistem transportasi urban masa depan?

Jawabannya tentu masih butuh pembuktian, karena Pop.Up Next sendiri baru sebatas konsep alias belum teruji terbang karena teknologinya masih dalam proses penyempurnaan. Namun Tim pengembang berjanji, mobil terbang ini akan tersedia satu dasa warsa kedepan yakni tahun 2028 mendatang, penasaran? yuk mari kita nantikan bersama. (Rangga Baswara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *