Perusahaan Ini Buka “Penerbangan” Tokyo-New York Seharga Rp 600 Ribu

ANGKASAREVIEW.COM – First Airlines, sebuah perusahaan yang berbasis di Tokyo, Jepang membuka “penerbangan” untuk masyarakat umum ke New York, AS dengan mematok harga hanya sekitar Rp 600 ribu. Selain New York, penumpang juga akan ditawari untuk menjelajah Kota Roma dan Hawaii.

“Penerbangan” berbiaya murah itu tentu bukan menggunakan pesawat sungguhan, pun penumpang tidak benar-benar terbang. First Airlines merupakan sebuah perusahaan hiburan yang menawarkan pelanggannya untuk menikmati sensasi penerbangan dengan servis ala kelas bisnis dan First Class lewat dunia virtual.

Baca juga:
Wow, Ini Penampakan Pesawat ELINT Terbaru Jepang
Maskapai Mana Saja yang Punya “First Class” Terbaik?

Para penumpang akan dilengkapi dengan kacamata Virtual Reality agar sensasi penerbangan lebih terasa. Setiap berhenti di suatu negara, penumpang akan dihibur dengan kegiatan khusus.

BACA  Pertama di Dunia, China Daratkan Wahana Nirawak di Kutub Tergelap Bulan

Pengunjung hanya perlu duduk di sebuah kursi yang dirancang menyerupai pesawat. Kursi-kursi yang tersedia tersebut berasal dari tempat duduk pesawat yang tak terpakai.

Walau penerbangannya hanya bohong-bohongan, tapi fasilitas yang disajikan kepada penumpang bukan sembarangan. Kursi yang diduduki benar-benar menggunakan kursi pesawat sungguhan yang didapat dari pesawat bekas.

Penumpang juga disuguhi makanan layaknya saat mereka berada dalam sebuah penerbangan. Saat perjalanan ke Prancis misalnya. Pramugari akan menyuguhi makanan salmon tartar dan onion soup.

Sementara jika penerbangan mengarah ke New York menunya berupa salad cincang dan clam chowder Manhattan.

Sebelum ikut “terbang” penumpang bisa memilih kelas bisnis atau kelas utama. Untuk kelas bisnis First Airlines mematok harga sekitar Rp 600 ribu, sedangkan untuk First Class penumpang harus membayar sekitar Rp 800 ribu. Durasi penerbangan berkisar 110 menit.

BACA  Tularkan Ilmu Free Fall, Naila dan Christopher Dapat Brevet Kehormatan Paskhas

“Kami memiliki pelanggan yang tak bisa berlama-lama pergi ke luar negeri dengan mudah. Selain itu, banyak orang yang menghadapi hambatan berupa sibuk atau memiliki anak yang tak dapat ditinggalkan dan di bawa bepergian,” ujar perwakilan First Airlines seperti dilansir oleh Lonely Planet. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *