Resimen Ranger ke-75 AS Evaluasi AERO Sky, Drone Induk Murah Pengangkut Drone FPV
Petrel TechnologiesAIRSPACE REVIEW – Perusahaan rintisan Petrel Technologies mengungkapkan bahwa Resimen Ranger ke-75 Angkatan Darat AS sedang mengevaluasi drone AERO Sky rancangan mereka dalam peran sebagai drone induk yang dapat membawa dua drone kamikaze jenis FPV.
Kelebihan sistem ini hanya membutuhkan satu operator, dapat diluncurkan dalam hitungan menit, dan terintegrasi dengan perangkat lunak pemetaan Android Team Awareness Kit yang digunakan di seluruh militer Amerika Serikat.
Kit canggih tersebut dapat mengarahkan komunikasi melalui jaringan mesh, tautan satelit, dan koneksi seluler LTE tergantung pada apa yang tersedia di lapangan.
Dapat Dirakit Empat Menit
AERO Sky tergolong pesawat nirawak Grup 3, kategori yang mencakup drone yang lebih besar dari quadcopter kecil tetapi masih cukup ringan untuk dipindahkan dan dioperasikan tanpa peralatan pendukung berat.
Drone berdesain sederhana ini memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 45 kg, dan kapasitas muatan antara 13 kg hingga 22 kg tergantung misi, dengan daya tahan terbang enam hingga delapan jam.
AERO Sky menggabungkan lepas landas dan pendaratan vertikal (VTOL) dengan penerbangan sayap tetap, memungkinkannya beroperasi dari manapun tanpa landasan pacu tetap.
Rangka drone terbuat dari campuran serat karbon dan kayu balsa, material yang menurut perusahaan menjaga biaya unit sekitar 90.000 USD dan memungkinkan untuk dirakit dalam waktu sekitar empat menit.
Mantan Green Beret
Petrel Technologies didirikan tahun 2021oleh CEO Jacob Stonecipher & Chief Operating Officer Chris Rothe, seorang mantan anggota Pasukan Khusus Angkatan Darat AS (Green Beret).
Perusahaan ini awalnya beroperasi dengan nama Sustainable Skylines, membangun drone untuk menarik spanduk iklan di atas Miami Beach, sebelum para pendiri mengalihkan bisnis ke aplikasi militer pada 2025.
Sedangkan Pasukan Ranger Angkatan Darat AS (U.S. Army Rangers) adalah unit infanteri ringan elite dan pasukan operasi khusus yang dilatih untuk melaksanakan misi berisiko tinggi dalam waktu sangat cepat.
Unit aktif utama mereka adalah Resimen Ranger ke-75 (75th Ranger Regiment) yang berada di bawah Komando Operasi Khusus Angkatan Darat AS.
Seluruh batalion siap diterjunkan ke berbagai belahan dunia dalam waktu kurang dari 18 jam untuk menjalankan misi menguasai lapangan terbang musuh, melakukan serangan langsung, penyergapan, penyelamatan sandera, dan melumpuhkan target strategis bernilai tinggi. (RBS)
