Ukraina Ungkap Telah Menggunakan Saab 340 AEW&C dalam Misi Tempur Sejak Maret 2026

Pesawat Saab 340 AEW&CSaab
Pesawat Saab 340 AEW&C.

AIRSPACE REVIEW – Pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AEW&C) Saab 340 buatan Swedia, yang dikenal sebagai ASC 890, telah melakukan misi tempur di atas Ukraina sejak Maret 2026. Informasi ini baru diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina.

Diketahui, Swedia pertama kali mengumumkan akan mentransfer dua pesawat tersebut pada Mei 2024, sebagai bagian dari paket bantuan militer ke-16 dan terbesar untuk Ukraina pada saat itu, senilai sekitar 1,25 miliar USD.

Pemerintah Ukraina mengatakan transfer tersebut terjadi pada Agustus 2025, dan sorti tempur pertama pesawat yang terdokumentasi di atas Ukraina terjadi sekitar tujuh bulan kemudian.

Laporan independen sebelumnya telah menunjukkan bahwa pesawat ASC 890 beroperasi di wilayah udara Ukraina sebelum konfirmasi pemerintah, dengan rekaman yang muncul di saluran Telegram Rusia pada 20 Maret 2026.

Menggunakan Radar AESA

ASC 890 dibangun dari rangka pesawat penumpang regional Saab 340 dan membawa radar Erieye milik Saab dalam penutup persegi panjang khas yang dipasang di atas badan pesawat.

Radar canggih yang diusung adalah Active Electronically Scanned Array (AESA) tipe FSR 890 berbasis Gallium Nitride (GaN) yang beroperasi pada pita frekuensi S-band.

Sistem ini sangat tangguh dalam menembus gangguan jamming elektronik musuh dan dapat memantau 1.000 target udara dan 500 target permukaan (laut/darat) secara bersamaan pada jarak hingga 450 km.

Kerja Sama dengan F-16 & Mirage 2000

Dalam misinya, pesawat ini dirancang untuk berfungsi sebagai radar terbang dan pos komando yang akan bekerja sama dengan jet tempur F-16 dan Mirage 2000 Ukraina.

ASC 890 dapat mendeteksi pesawat Rusia, rudal jelajah, dan drone dari jarak jauh di luar jangkauan radar berbasis darat, kemudian meneruskan data pelacakan tersebut kepada pilot pesawat tempur Ukraina.

Pesawat tempur dapat mencegat ancaman tanpa perlu mengaktifkan radar mereka sendiri, sehingga sulit terungkap posisinya.

Pesawat ini dioperasikan oleh enam awak, termasuk pilot dan kopilot, petugas pengendali misi, operator pengendali tempur, dan operator sistem pengawasan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *