Drone Pemetaan Geoscan 701 Rusia Ditemukan Terombang-ambing di Lepas Pantai Finlandia
GeoscanAIRSPACE REVIEW – Seorang warga lokal menemukan satu unit pesawat nirawak (UAV) jenis drone pemetaan Geoscan 701 buatan Rusia terombang-ambing di perairan dekat pantai berbatu Kepulauan Pellinki, tak jauh dari kota Porvoo, Finlandia.
Kementerian Pertahanan Finlandia, dilansir oleh Yle, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan bahan peledak di dalam drone tersebut.
Selanjutnya, Penjaga Perbatasan Finlandia langsung meluncurkan penyelidikan mendalam atas dugaan pelanggaran integritas wilayah udara dan laut negara tersebut.
Rentang Sayap 3,3 Meter
Drone bersayap tetap (fixed-wing) Geoscan 701 memiliki bobot antara 20 hingga 25 kg dengan rentang sayap mencapai 3,3 m.
Dilengkapi kamera khusus untuk pemotretan udara, Geoscan 701 mampu terbang hingga 10 jam serta jangkauan jelajah hingga 1.000 km.
Meskipun secara resmi dirancang untuk penggunaan sipil, Kepala Penelitian di Sensofusion mengungkapkan bahwa drone jenis ini telah berulang kali terdeteksi digunakan di garis depan pertempuran di Ukraina.
Pihak militer Rusia memanfaatkan Geoscan 701 untuk pengintaian udara, pengawasan, serta pemetaan wilayah tempur.
Diduga Terbawa Arus
Otoritas penjaga perbatasan menduga drone tersebut hanyut hingga ke pantai Finlandia terbawa arus laut, mengingat lambung pesawat ditemukan dalam kondisi terendam air namun tetap mengapung.
Wilayah terdekat dari daratan Rusia berjarak sekitar 120 km dari lokasi ditemukannya drone tersebut.
Kunci utama dalam penyelidikan ini terletak pada kartu memori di dalam drone yang menyimpan data koordinat dan rekaman video selama penerbangan.
Jika para ahli berhasil menembus enkripsi dan membaca data penyimpanan tersebut, mereka dapat menentukan secara akurat rute penerbangan serta objek-objek yang sempat direkam oleh drone.
Perusahaan manufaktur Geoscan yang memproduksi drone tersebut, berpusat di St. Petersburg.
Meningkatnya insiden drone serta risiko perang yang berlarut-larut di Ukraina mendorong Finlandia meminta bantuan para mitra internasional demi memperketat pengawasan ruang udara dan lautnya.
Atas permintaan Finlandia, Swedia telah mengerahkan jet tempur Gripen dan kapal korvet kelas Visby untuk membantu mengamankan perbatasan.
Selain bantuan dari Swedia, pesawat pengawas milik Polandia juga telah bergabung melakukan patroli rutin di wilayah utara Laut Baltik dan perairan Finlandia sejak awal September 2026. (PN)
