Intelijen Ukraina Bongkar 79 Pemasok Komponen Su-35S Rusia: 22 Perusahaan Bebas Sanksi
Russian MoDAIRSPACE REVIEW – Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) merilis laporan baru yang membongkar jaringan industri di balik produksi jet tempur multiperan Su-35S Rusia.
Melalui portal War&Sanctions, HUR mengidentifikasi 79 perusahaan yang terlibat dalam pembuatan, pasokan komponen, hingga pengembangan pesawat tempur tersebut.
Ukraina juga merilis model 3D interaktif Su-35S yang memungkinkan pengguna melihat keterkaitan tiap sistem pesawat dengan masing-masing pemasoknya.
Namun, temuan paling krusial menunjukkan bahwa 22 dari 79 perusahaan yang teridentifikasi ternyata belum dikenai sanksi internasional oleh negara mana pun.
Komponen-komponen Vital
Intelijen Ukraina menilai kondisi ini sebagai celah fatal dalam strategi tekanan ekonomi terhadap kompleks industri militer Rusia.
Perusahaan yang lolos dari sanksi tersebut masih bebas beroperasi untuk mendukung pembuatan maupun pemeliharaan pesawat tempur Moskow di medan perang.
Beberapa nama yang diungkap di antaranya Aviation Corporation Rubin yang menyuplai roda pesawat beserta sistem pengeremannya.
Disebutkan pula Gidroavtomatika yang memproduksi unit kontrol sistem bahan bakar, serta Research Institute Oktava yang menangani riset dan pengembangan.
Menurut HUR, jaringan pasokan ini mencakup seluruh sistem vital pesawat, mulai dari mesin, hidrolik, avionik, komunikasi, hingga sistem peperangan elektronik.
Rantai industri tersebut bahkan mencakup para manufaktur rudal utama yang diluncurkan oleh Su-35S.
Pengawal Su-34
Di medan perang, Rusia mengandalkan Su-35S untuk mengawal armada pengebom Su-34, mencegat drone dan rudal jelajah, serta memburu sistem pertahanan udara Ukraina.
Langkah Kyiv memetakan jaringan ini bertujuan untuk menargetkan seluruh ekosistem industri militer Rusia, bukan hanya perakit akhir pesawat.
Sebab, kelangkaan atau gangguan pada satu jenis komponen mikro yang spesifik dapat memicu efek domino yang melumpuhkan perakitan pesawat secara keseluruhan.
Info Lainnya: Su-35S Gelombang Ketiga Tiba, Taring Serangan Militer Rusia Meningkat
HUR mendesak koalisi internasional untuk segera menyinkronkan sanksi terhadap seluruh 79 perusahaan yang telah teridentifikasi tersebut.
Bagi Moskow, menjaga keberlangsungan jaringan industri ini sangat vital untuk menjamin ketersediaan suku cadang dan pemeliharaan armada Su-35S yang aktif beroperasi. (ON)

Indonesia punya 1 sekuadron jet SU 35, saya yakin para tetangga terkencing-kencing.