Lebih Besar dari Fujian, Kapal Induk Nuklir China Mulai Menampakkan Wujud
Via Clash ReportAIRSPACE REVIEW – Pembangunan kapal induk keempat Angkatan Laut Kekuatan Pembebasan Rakyat China (PLAN), yang dikenal luas sebagai Type 004, kini melaju pesat dan semakin menunjukkan bentuk utamanya.
Berdasarkan analisis citra satelit Vantor terbaru yang diambil pada Agustus 2026, kapal tersebut sedang dirakit di dok kering Dalian Shipyard, Provinsi Liaoning.
Lokasi pembuatan ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena merupakan dok kering yang sama tempat penyelesaian kapal induk pertama China, Liaoning, serta tempat dibangunnya kapal induk kedua mereka, Shandong.
Sementara itu, kapal induk ketiga mereka, Fujian, dibangun di Jiangnan Shipyard, Shanghai.
Panjang Sekitar 320 Meter
Dari pengukuran satelit, panjang lambung kapal Type 004 pada garis air saat ini diperkirakan mencapai sekitar 320 meter (1.050 kaki) dengan lebar sekitar 46 meter (151 kaki).
Mengingat struktur kapal induk akan semakin melebar ke atas seiring pembangunan geladak penerbangan, ukuran akhir kapal ini dipastikan jauh lebih besar.
Sebagai perbandingan, kapal induk terbesar China saat ini, Fujian (Type 003), memiliki panjang total sekitar 316 meter (1.036 kaki). Dimensi Type 004 bahkan mulai mendekati supercarrier terbaru milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, yang memiliki panjang keseluruhan 337 meter dan lebar geladak 78 meter.
Selain ukurannya yang raksasa, bukti kuat menunjukkan bahwa Type 004 akan menjadi kapal induk bertenaga nuklir pertama milik China.
Baca di Sini: China mulai membangun kapal induk nuklir Type 004, setara dengan kelas Gerald R. Ford milik AS
Citra satelit dan foto udara sebelumnya memperlihatkan dua struktur penahan reaktor (reactor containment structures) terpisah pada struktur dalam kapal, sebuah desain yang mirip dengan arsitektur kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat.
Penggunaan propulsi nuklir memberikan keunggulan berupa jangkauan operasional yang tidak terbatas tanpa perlu sering mengisi bahan bakar kapal, sekaligus menyediakan pasokan daya listrik melimpah untuk mendukung persenjataan modern, sensor radar canggih, dan sistem katapult penerbangan.
Teknologi CATOBAR dan EMALS
Type 004 diperkirakan mengadopsi konfigurasi Catapult Assisted Take-Off But Arrested Recovery (CATOBAR) menggunakan katapult peluncur elektromagnetik (Electromagnetic Aircraft Launch System / EMALS), serupa dengan teknologi yang telah disematkan pada Fujian.
Berbeda dengan sistem ski-jump (STOBAR) pada Liaoning dan Shandong, konfigurasi CATOBAR dengan EMALS memungkinkan kapal meluncurkan berbagai varian pesawat tempur dan drone berat dengan muatan bahan bakar serta persenjataan penuh.
Armada udara yang diproyeksikan bakal beroperasi di atas geladak Type 004 mencakup jet tempur siluman J-35, pesawat peringatan dini udara KJ-600, varian jet multiperan J-15 (termasuk versi perang elektronik), hingga berbagai jenis wahana udara tanpa awak (UCAV) seperti drone tempur GJ-11.
Pesatnya progres Type 004 mencerminkan kapasitas industri galangan kapal militer China yang berkembang sangat cepat dibandingkan negara-negara barat.
Untuk mendukung operasi penerbangan laut jauh (blue-water operations), China juga dilaporkan tengah membangun kapal pembekalan ulang (replenishment vessel) berukuran sangat besar untuk menyuplai bahan bakar pesawat dan amunisi bagi grup tempur kapal induknya.
Penilaian Departemen Pertahanan AS sebelumnya mengindikasikan bahwa China menargetkan untuk mengoperasikan hingga sembilan kapal induk pada tahun 2035 guna memperkuat proyeksi kekuatannya di kawasan regional maupun global. (PN)
