Wicher Resmi Meluncur: Polandia Hadirkan Fregat Terbesar untuk Amankan Laut Baltik

Polandia luncurkan fregat terbesar WicherPGZ
Polandia luncurkan fregat terbesar Wicher.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Polandia resmi meluncurkan Wicher, kapal perang fregat terbesar yang pernah dibangun negara tersebut sejak era antarperang dunia. Peluncuran kapal dilaksanakan di Teluk Gdansk pada pertengahan Agustus 2026.

Kapal perang canggih berbobot 7.700 ton ini hadir sebagai langkah strategis Warsawa dalam memperkuat keamanan di kawasan Laut Baltik sekaligus menghadapi potensi ancaman militer dari Rusia.

Mengusung desain modern Arrowhead 140 asal Inggris, Wicher (Badai) diproduksi secara lokal di galangan PGZ Stocznia Wojenna, Polandia.

Peluncuran fregat ini menjadi penanda dimulainya Proyek 106 Miecznik (Swordfish), yaitu program modernisasi alutsista maritim paling ambisius dalam sejarah pertahanan Polandia.

Info Lainnya: Polandia borong tiga kapal selam canggih buatan Swedia senilai Rp78,7 triliun

Prosesi peresmian serta pembaptisan Wicher dihadiri langsung oleh Presiden Polandia Karol Nawrocki di Gdynia.

Momen bersejarah tersebut diwarnai dentuman sirine dari kapal perang veteran yang akan segera dipensiunkan, termasuk ORP Kościuszko dan ORP Pułaski.

Kedua kapal pendahulu tersebut merupakan fregat kelas Oliver Hazard Perry peninggalan era Perang Dingin yang dahulunya dihibahkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.

Diawaki 120 Personel Plus 60 Personel Ekstra

Secara teknis, fregat berpanjang 138 meter dan lebar 20 meter ini mengusung struktur modular dengan ruang internal yang sangat lapang.

Ditenagai oleh empat mesin diesel Combined Diesel and Diesel (CODAD) yang menggerakkan dua baling-baling, Wicher mampu memacu kecepatan maksimum hingga 28 knot dengan jarak jelajah operasional mencapai 8.000 mil laut (14.816 km).

Kapal ini dirancang untuk diawaki oleh 120 personel inti, serta memiliki kapasitas akomodasi tambahan untuk menampung hingga 60 personel ekstra seperti pasukan khusus maupun operator sistem udara tanpa awak.

Sistem Persenjataan

Direktur Utama PGZ Group, Adam Leszkiewicz, menegaskan bahwa peresmian kapal bernomor lambung 274 ini merupakan salah satu pencapaian paling krusial dalam membangun kembali kapabilitas operasional armada laut nasional.

Fokus utama rancangan kelas Miecznik sendiri difokuskan pada dua spesialisasi tempur utama, yakni pertahanan udara (Anti-Air Warfare) dan peperangan bawah laut (Anti-Submarine Warfare).

Untuk misi pertahanan udara, Wicher dibekali sistem peluncur vertikal Mk 41 VLS sebanyak 32 sel buatan Amerika Serikat.

Dengan teknik pengemasan quad-packed, kapal ini mampu mengangkut hingga 128 rudal pencegat MBDA CAMM (Sea Ceptor) untuk ancaman jarak pendek hingga menengah.

Sementara untuk menghadapi sasaran udara jarak jauh hingga di atas 100 km, fregat ini disiapkan mengusung rudal CAMM-MR yang dikembangkan bersama oleh Polandia dan Inggris.

Pada lini pertempuran permukaan dan bawah laut, kapal dilengkapi delapan peluncur rudal siluman Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) dari Norwegia untuk menghantam sasaran kapal musuh maupun instalasi darat.

Penindakan kapal selam mengandalkan dua peluncur ganda torpedo ringan MU90 Impact yang terintegrasi dengan helikopter AW101.

Pertahanan jarak dekat diperkuat oleh meriam utama Leonardo 76 mm Strales dengan amunisi berpemandu DART, dua sistem senjata jarak dekat OSU-35K 35 mm buatan lokal, serta peluncur kontra-sistem Terma C-Guard.

Sensor dan Manajemen Tempur

Seluruh sensor dan sistem persenjataan pada Wicher diintegrasikan melalui sistem manajemen tempur TACTICOS buatan Thales, yang mencakup radar multifungsi canggih, sonar lambung, serta sonar tarik (towed array sonar).

Selain itu, rancangan kapal ini telah disiapkan sejak awal untuk mengoperasikan berbagai platform nirawak, baik kapal permukaan tanpa awak (USV) maupun drone helikopter, guna memperluas jangkauan pemantauan di wilayah laut berisiko tinggi.

Langkah masif Warsawa dalam mempercepat proyek militer ini dipicu oleh eskalasi keamanan di kawasan Eropa Timur pasca-invasi penuh Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: Angkatan Laut Polandia akan memperoleh kapal penyelamat kapal selam baru: Rencana diluncurkan pada 2027

Walaupun bergabungnya Finlandia dan Swedia ke dalam NATO memperkuat posisi aliansi di Laut Baltik, Rusia masih mempertahankan kekuatan tempur yang signifikan di eksklave Kaliningrad.

Armada Baltik Rusia ditunjang oleh jaringan pertahanan udara berlapis, kapabilitas perang elektronik pekat, serta armada kapal selam dan rudal jelajah yang sanggup mengancam pergerakan aliansi.

Wicher merupakan kapal pertama dari tiga fregat kelas Miecznik yang dijadwalkan masuk ke jajaran Angkatan Laut Polandia.

Kapal kedua, Burza (Badai), telah memasuki tahap awal konstruksi sejak awal 2026 dan ditargetkan meluncur pada 2027.

Sementara itu, peletakan lunas untuk kapal ketiga, Huragan (Badai Besar), dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.

Setelah menjalani proses kelengkapan sistem dan serangkaian uji coba laut di Gdynia, Wicher ditargetkan masuk dinas aktif secara resmi pada tahun 2029, sebelum seluruh proyek Miecznik dirampungkan pada akhir 2031. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *